Difabel Keluhkan Layanan Kesehatan Masih Kurang Mendukung
Sosial

Difabel Keluhkan Layanan Kesehatan Masih Kurang Mendukung

Klaten,(klaten.sorot.co)--Persatuan Penyandang Disabilitas Klaten (PPDK) memandang sampai saat ini masih ada pelayanan publik di Kabupaten Klaten yang belum menunjang kesetaraan disabilitas. Terutama dalam hal pelayanan kesehatan, banyak penyandang difabel masih harus ditemani ketika hendak berobat.

Hal itu disampaikan oleh salah satu pengurus PPDK, Setyo Widodo. Menurut pria yang akrab disapa Dodo itu mengaku saat ini kesejahteraan difabel sudah diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) Klaten No. 2 tahun 2011 tentang Keseteraan dan Kesejahteraan Difabel. Hanya saja implementasi aturan itu belum maksimal.

Yang menjadi sorotan adalah pelayanannya. Kalau untuk bangunan pelayanan publik saya kira saat ini sudah mulai menunjang, sudah bisa diakses oleh difabel. Terutama jalan untuk kursi roda sudah ada,” kata dia Rabu (05/12/2018).

Hanya saja, lanjut Dodo, dalam pelayanan kepada difabel masih kurang dari harapan. Misalkan apabila ada tunanetra yang hendak berobat ke puskesmas mereka masih ada ada kendala pada nomor antrian. Sebab, nomor antrian saat ini kebanyakan belum dilengkapi braille atau sistem tulisan sentuh. 

Jadi saat mendapat nomor antrian teman-teman difabel tunanetra tidak tahu nomornya berapa, karena tidak bisa diraba. Jadi ya sama saja belum ada kesetaraan sebab masih harus ditemani oleh orang lain,” imbuhnya.

Selain itu, kurangnya pelayanan bagi difabel lainnya adalah dalam hal komunikasi antara penyandang disabilitas dengan petugas medis puskesmas. Padahal hal itu penting karena pasien difabel sering kali kesulitan menerima informasi dari petugas medis atas hasil pemeriksaan yang sudah dilakukan.

Masalah komunikasi ini juga perlu menjadi perhatian. Seharusnya antara petugas dengan pasien harus bisa saling paham, agar pasien juga tahu apa hasil dari pemeriksaan medisnya,” jelas dia.

Oleh sebab itu, pada momen Hari Difabel Internasional bulan Desember 2018 ini pihaknya berharap seluruh instansi bisa menerapkan aturan yang sudah dibuat pemerintah. Harapannya agar kesetaraan penyandang disabilitas dapat sama dan sejajar dengan masyarakat pada umumnya, terutama dalam hal hak pelayanan.

Berdasarkan data dari PPDK, jumlah penyandang difabel di Kabupaten Klaten mencapai 11.582 orang. Dari jumlah itu, 6.197 orang adalah laki-laki dan 5.385 orang perempuan. Mayoritas jenis disabilitas adalah gangguan mental mencapai 2.794 orang, sementara untuk tunanetra mencapai 1.322 orang.