Gali Potensi, Desa Tlogo Kembangkan Sendra Tari Roro Jonggrang
Budaya

Gali Potensi, Desa Tlogo Kembangkan Sendra Tari Roro Jonggrang

Prambanan,(klaten.sorot.co)--Masyarakat Desa Tlogo, Kecamatan Prambanan, memiliki cara tersendiri dalam menggali potensi desa. Berbeda dengan desa lainnya yang berlomba-lomba mengembangkan sumber daya alam menjadi tempat wisata, Desa Tlogo justru memilih melestarikan seni budaya. 

Inisiatif tersebut muncul setelah terbentuknya BUMDes Telaga Mukti Sejahtera pada tahun 2015. Melalui badan usaha yang dimiliki Desa Tlogo itu, pengembangan potensi dalam bentuk seni budaya mulai berjalan. Langkah pertama adalah mendirikan sanggar seni dengan melibatkan anak-anak. 

"Awalnya kita sadar karena tidak didukung SDA, maka perlu inisiatif. Hasilnya mucul ide untuk berkembang melalui seni budaya, apalagi disini juga berdekatan dengan situs candi," kata Direktur BUMDes Telaga Mukti Sejahtera, Sukandar, pada Kamis (03/01/2019) malam. 

Berangkat dari ide tersebut, terbentuklah sanggar seni Desa Tlogo. Dengan adanya fasilitas kebudayaan itu, akhirnya sanggar seni mampu menciptakan seni tari khas Desa Tlogo, yakni sendra tari Roro Jonggrang. Dipilihnya tema tari tersebut lantaran masih berkaitan dengan Candi Prambanan.  

"Disini dekat dengan candi, tapi hanya dilewati pengunjung. Artinya kami ingin bangkit bagaimana cara agar desa kami memiliki ciri khas sendiri," imbuhnya. 

Dijelaskan, kisah sendra tari Roro Jonggrang diangkat dari awal mula berdirinya Candi Prambanan. Adapun penari yang terlibat mencapai 15-an orang. Mereka rata-rata adalah pelajar dan kalangan anak-anak. Dalam pementasan, semua bernari dengan alur cerita yang ditentukan tanpa ada percakapan. 

Menurutnya, pengembangan potensi budaya juga salah satu upaya dalam melestarikan kesenian peninggalan nenek moyang. Meski upaya pertama ini masih belum menghasilkan pendapatan finansial, namun target yang ingin diraih adalah kesejahteraan sosial. Artinya, butuh komitmen bersama dulu dari masyarakat. 

Kalau fungsi sosialnya jalan, fungsi komersialnya otomatis akan mengikuti. Jadi jangan melulu meraih pemasukan, tapi bagaimana peran kita bagi masyarakat. Karena itu penting demi kemajuan desa,” jelasnya. 

Sampai saat ini, sedikitnya ada 30-an anak yang belajar di sanggar seni. Mereka bukan hanya dari warga desa setempat, melainkan dari luar kecamatan hingga luar daerah. Pihaknya juga mempersilahkan semua anak-anal belajar kesenian di sanggar tersebut. Sebab hal ini salah satu upaya nguri-uri budaya. 

Untuk meningkatkan potensi seni budaya Desa Tlogo, pihaknya akan bekerjasama dengan jasa biro perjalanan agar dapat membawa pengunjung untuk melihat penampilan tarian Roro Jonggrang. Termasuk menggandeng pengelola Candi Prambanan untuk ikut memperkenalkannya kepada pengunjung. 

Di Candi Prambanan kan ada paket keliling juga, jadi selain di Prambanan dan candi lainnya, nanti pengunjung bisa mampir kesini. Yang pasti kita siapkan dulu anak-anak agar bisa tampil maksimal,” pungkasnya.