Warga Temukan Batu Peninggalan Abad Delapan di Area Sawah
Budaya

Warga Temukan Batu Peninggalan Abad Delapan di Area Sawah

Karanganom,(klaten.sorot.co)--Warga Desa Ngabeyan, Kecamatan Karanganom menemukan benda purbakala di tengah pematang sawah. Diduga, benda purbakala berupa batu yoni tersebut merupakan peninggalan abad VIII, atau pada zaman kerajaan Hindu-Budha.

Staff Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah, Harun Al Rasyid mengatakan penemuan benda bersajarah tersebut bermula dari adanya laporan masyarakat desa setempat pada beberapa waktu lalu. Dalam laporannya, warga menemukan sebuah batu yang terpendam di pematang sawah.

Kita cek ke lokasi. Dan ternyata itu batu yoni, kalau zamannya kemungkinan besar abad delapan atau sembilan. Peninggalan masa Hindu-Budha, tapi persisnya apa kita juga kurang tahu,” kata Haris saat melakukan pengecekan ke lokasi, Jumat (04/01/2019) siang.

Dari hasil pengecekan, batu yoni tersebut berukuran kurang lebih 50 X 50 centimeter. Kondisi sebagain batu terpendam dalam tanah atau tepatnya di tengah pematang sawah milik warga desa setempat. Hanya saja, di sekitar batu yoni itu tidak ditemukan batu lingga. 

Bisa jadi ada batu lingga-nya, karena lingga dan yoni itu satu kesatuan. Tapi sudah tidak ada, hanya batu yoni saja,” imbuhnya.

Lebih lanjut disampaikan, batu yoni merupakan salah satu benda purbakala. Sebab, berdasarkan silsilahnya batu yoni adalah perwujudan Dewi Parwati atau istrinya Siwa. Artinya, pada zaman dahulu batu yoni adalah benda sakral bagi umat Hindu.

Memang dipercaya untuk kesuburan, maka banyak ditemui di persawahan. Memang rata-rata laporan yang masuk di Klaten ini banyak temuan batu yoni. Tahun 2018 lalu ada lebih dari 20-30 unit,” jelasnya.

Meski termasuk benda purbakala, namun untuk saat ini batu yoni di Desa Ngabeyan belum dipindahkan. Tim dari BPCB masih melakukan pendataan. Terkait keamanannya, mereka menyerahkan kepada warga dan pemilik sawah dengan ditandai membuat berita acara.

Sementara itu, Kepala Desa Ngabeyan, Supriyadi membenarkan adanya temuan benda purbakala itu. Batu yoni tersebut sudah ada di Ngabeyan sejak puluhan tahun yang lalu, hanya saja batu tersebut sampai saat ini masih dibiarkan berada di tengah sawah.

Sempat mau dipindahkan, tapi ada beberapa kejadian aneh, maka kita tidak berani lagi. Yang pasti untuk sekarang kita serahkan saja kepada yang berwenang, karena kondisi batu juga sebagian masih terpendam,” pungkasnya.