Pantau Perkembangan Merapi, BPBD Minta Warga Tidak Terpancing Isu
Peristiwa

Pantau Perkembangan Merapi, BPBD Minta Warga Tidak Terpancing Isu

Klaten,(klaten.sorot.co)--Menyusul terjadinya guguran lava pijar Gunung Merapi beberapa waktu lalu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Sarwa Pramana mengunjungi Klaten, Sabtu (05/01). Sejak Jumat (04/01) malam Gunung Merapi sudah meluncurkan lava pijar kurang lebih tiga kali.

Kendati demikian, piHak BPBD Jateng memastikan semua masih tergolong aman dan masuk kategori kecil sehingga tidak berdampak signifikan terhadap aktivitas masyarakat.

"Tadi malam kurang lebih ada tiga kali, dan itupun kecil. Dan itu tidak mengeluarkan abu, kondisi masih waspada belum ada kenaikan level atau status Merapi," kata dia.

Terkait terjadinya hujan abu tipis yang dirasakan warga, Sarwa menduga hal itu bulan disebabkan oleh guguran lava pijar tetapi akibat angin kencang yang terjadi di puncak Merapi. Sehingga mengakibatkan sejumlah material terbawa angin. 

"Kalau terjadi hujan abu belum tentu akibat erupsi, bisa jadi karena angin kencang, material yang turun ke bawa (angin). Apalagi disekitar Merapi banyak area terbuka, jadi angin sangat kencang," imbuh dia.

Kendati demikian, apapun yang terjadi pihaknya meminta masyarakat untuk tetap waspada. Berkaca dari erupsi tahun 2010, pihaknya yakin masyarakat sudah siap, baik dalam hal pengamanan dan evakuasi. Terlebih lagi saat ini masyarakat sudah banyak yang menggelegar ronda.

"Tiga kabupaten sudah siap, yakni Klaten, Boyolali dan Magelang. Tempat evakuasi atau pengungsian sudah ada, skenario sudah siap," jelasnya.

Terkait kondisi Gunung Merapi saat ini, pihaknya meminta kepada masyarakat agar tidak terpancing dengan isu-isu yang belum tentu kebenarannya. Pihak pemerintah akan terus menginformasikan kepada masyarakat terkait perkembangan Merapi secara jelas berdasarkan data.

"Saya tetap berharap masyarakat ikuti saja petunjuk. Kalau diperintah untuk ngungsi ya ngungsi, kalau tidak ya jangan terpancing. Sangat disayangkan karena banyak informasi yang tidak benar, kejadian dulu diposting sekarang, kan itu membuat rasah," pangkas dia.