Puluhan Hektare Padi Rusak Diserang Tikus, Petani Diminta Pelihara Burung Hantu
Ekonomi

Puluhan Hektare Padi Rusak Diserang Tikus, Petani Diminta Pelihara Burung Hantu

Klaten,(klaten.sorot.co)--Sebanyak 66 hektare lahan pertanian padi di Kabupaten Klaten rusak usai diserang tikus. Serangan tikus tersebut terjadi pada masa tanaman tengah bulan (TB) II Desember atau antara 15 Desember hingga 31 Desember 2018 lalu. 

Sebanyak 66 hektare yang rusak terbagi menjadi tiga kategori meliputi, kategori ringan sebangak 56 hektare, kategori sedang sebanyak 6 hektare dan 4 hektare diantaranya mengalami puso atau rusak berat. 

Ada yang sampai puso itu di Kacamata Karanganom, karena memang sebaran tikus sangat luar biasa. Sulit dikendalikan, kata Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura, Dinas Pertanian Perikanan dan Ketahanan Pangan (DPPKP) Klaten, Joko Siswanto Senin (07/01/2019).

Berdasarkan informasi yang diperoleh, serangan tikus terjadi secara menyeluruh hampir di 26 kecamatan. Hanya saja ada tiga kecamatan yang diserang cukup banyak seperti Kecamatan Juwiring, Wonosari, dan Karanganom. Artinya, lanjut Joko, serangan tikus perlu diwaspadai semua petani sebagai hama yang berbahaya.  

Salah satu solusi yang perlu dilakukan untuk menekan peredaran tikus adalah dengan cara membudidayakan burung hantu di sekitar sawah. Sebab dari hasil penelitian, tikus merupakan salah satu hewan yang diburu oleh burung hantu. 

Kalau perlu dirikan saja rumah burung hantu, karena kita yakin sebarannya bisa ditekan, apalagi burung hantu juga tidak sulit, imbuhnya.

Selain itu, solusi lainnya adalah menghentikan perkembangan tikus di sawah secara manual. Seperti yang dilakukan oleh beberapa petani di Desa Jurangjero, Kacamatan Karanganom, mereka memusnahkan tikus dengan cara merusak rumah dan membunuh tikus seketika itu juga. 

Kalau persentasenya itu tidak lebih dari satu persen. Total luas tanam padi di Klaten saat ini sekitar 23.000 hektare, tapi juga perlu diwaspadai. Tidak bisa dianggap remeh, pangkas dia.