Petani Khawatir Impor Jagung Sebabkan Harga Produk Lokal Naik
Ekonomi

Petani Khawatir Impor Jagung Sebabkan Harga Produk Lokal Naik

Klaten,(klaten.sorot.co)--Petani di Kabupaten Klaten khawatir impor jagung yang akan dilakukan pemerintah pusat berdampak bagi harga jagung lokal. Mereka menilai impor jagung tersebut hanya akan menguntungkan perusahaan besar pengolah pakan ternak. 

Petani sekaligus pengepul jagung asal Desa Majegan, Kecamatan Tulung, Sugeng Riyanto (48) mengaku harga jagung impor dinilai akan lebih murah dibanding dengan jagung lokal. Sedangkan selama ini hasil panen dari petani jagung kerap kali dibeli oleh perusahaan pakan ternak. 

Tentunya pabrik pengolah pakan ternak akan memilih yang lebih murah. Misalnya harga jagung impor Rp 4.000 maka harga jagung lokal menjadi Rp 4.100 atau Rp 4.200, ada selisih harga, kata dia, Rabu (09/01/2019).

Dirinya mengaku tidak mempersalahkan adanya impor jagung, hanya saja diharapkan keberadaannya tidak mempengaruhi harga pasaran jagung lokal. Sebab, selama ini harga jagung impor sering kali lebih murah, sehingga petani harus menyesuaikan harga jualnya.  

Sebelum impor, harga jagung lokal petani lebih mahal, itu bisa untung karena juga tidak ada sangingan. Tapi besuk kita harus menyesuaikan harganya, semoga saja tidak rugi, imbuh dia. 

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan dan Hortikultural Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) Klaten, Joko Siswanto mengaku Klaten telah swasembada jagung. Tercatat dari total lahan 11 ribu hektar mengalami provitas 8-10 ton per hektarenya.

Untuk kebutuhan jagung sudah sangat mencukupi sebenarnya, sehingga kita sering kali mengirimkan ke luar kota. Untuk harga jagung saat ini juga fluktuatif setiap harinya, per hari ini bekisar Rp 4.200 - 4.500 per kilogram, pangkas dia.