Kejari Klaten Temukan Sebagian Kades Masih Berani Main LPj Fiktif
Pemerintahan

Kejari Klaten Temukan Sebagian Kades Masih Berani Main LPj Fiktif

Klaten,(klaten.sorot.co)--Kejaksaan Negeri (Kejari) Klaten menyebutkan masih banyak kepala desa (kades) yang berani membuat laporan atau nota fiktif dalam Laporan Pertanggungjawaban (LPj). Temuan tersebut hampir ada di semua desa. 

Kasi Intel Kejari Klaten, Masruri Abdul Aziz mengatakan salah satu permasalahan yang kerap kali ditemukan di Pemerintah Desa (Pemdes) adalah kesalahan dalam hal administrasi pertanggungjawaban. Terutama kelengkapan nota. 

"Masalahnya klasik, yaitu pelanggaran administrasi. Banyak yang masih mengajukan nota fiktif, sampai saat ini pun masih kami temukan," kata dia saat ditemui, Jumat (11/01/2019).

Disampaikan, temuan pelanggaran paling banyak adalah membuat nota fiktif, artinya banyak dana yang sudah dicairkan namun pelaksanaannya belum dilakukan. Total desa di Klaten 391 desa, dari jumlah itu lanjut, Aziz, keseluruhan melakukan hal yang sama. 

"Hampir semua masih kita temukan, kecuali desa-desa yang sudah masuk binaan. Rata-rata mereka mengaku apabila dana tidak segera dicairkan nanti hilang, maka buat nota itu dulu," imbuhnya.

Lebih lanjut disampaikan, pembuatan nota fiktif sebetulnya sudah mengarah tindak pidana, hanya saja untuk penanganan sementara masih dilakukan pembinaan. Termasuk menyerahkan kepada instansi terkait agar bisa membantu membuat LPj.

Kalau masih pelanggaran administrasi kita serahkan ke pihak terkait, tapi jika sudah mengarah ke pidana ya kita sikat. Untuk nota fiktif sebetulnya bisa, tapi tidak serta merta kita tindak, makanya kita bina dulu, jelasnya.

Kedepan, lanjut Aziz, pihaknya berharap dengan keberadaan perangkat desa yang baru ini bisa ikut mencegah tindakan penyelewengan administrasi. Sebab, mereka yang masih tergolong muda lebih mudah diajak kerjasama dan diberi pembinaan.

"Apalagi perangkat desa yang baru ini melek IT, maka saya kira tidak akan ada keselahan administrasi lagi. Mereka lebih mudah paham," pungkasnya.