Truk Versus Pick Up di Jalan Yogya - Solo, Dua Orang Terluka
Peristiwa

Truk Versus Pick Up di Jalan Yogya - Solo, Dua Orang Terluka

Klaten,(klaten.sorot.co)--Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di ruas Jalan Yogya - Solo, pada Rabu (06/02/2019). Kali ini, kecelakaan tersebut melibatkan dua kendaraan antara truk dengan mobil pick up tepatnya di ruas jalan Dukuh Tengkilk, Desa Wadung Getas, Kecamatan Wonosari.

Peristiwa itu bermula saat truk AD 1315 BP yang dikemudikan oleh Mujiman (64), warga Kabupaten Boyolali melaju dari arah Solo menuju Yogyakarta sekitar pukul 14.00 WIB. Pada saat itu truk berjalan di lajur kanan dengan kecepatan sedang.

Pada saat yang sama, searah di belakang truk berjalan pick up jenis Grand Max AD 1883 HT yang dikemudikan Andika Pambudi (34), warga Kecamatan Kartosuro, Kabupaten Sukoharjo. Selain Andika, di dalam pick up juga ada satu penumpang yakni, Joko Sukardi (56) warga Kabupaten Sukoharjo.

Kedua kendaraan itu berjalan beriringan di depan dan belakang. Tiba-tiba truk yang ada di depannya berpindah lajur dan hendak belok ke arah kiri,” jelas Kanit Laka Satlantas Polres Klaten, Ipda Panut Haryono.

Lantaran jarak kedua kendaraan itu sudah dekat, pengemudi pick up yang tidak bisa menghentikan lajunya lantas menabrak bak truk. Akibat peristiwa itu, kondisi pick bagian depan mengalami ringsek. Sementara kedua pengemudi dan penumpang pick up mengalami luka ringan dan sudah mendapat penanganan medis. 

Kondisi korban hanya luka ringan, tidak ada yang parah. Dampak paling terlihat adalah kerusakan pada mobil, karena rusak pada bagian depan. Sedangkan kondisi truk tidak begitu parah,” jelasnya.

Untuk saat ini, polisi masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Barang bukti berupa pick up dan truk sudah diamankan di Pos Lantas Karang, Delanggu. Disisi lain, polisi meminta kepada pengguna jalan agar lebih berhati-hati. Sebab, kondisi jalur Yogya - Solo yang lurus kerap kali dimanfaatkan untuk memacu kendaraan.

Ini yang perlu kita tegaskan, jangan sampai karena kondisi jalan halus dan lurus lalu dijadikan untuk melaju kencang. Karena ini sangat berbahaya, maka kami sangat berharap pengguna jalan lebih berhati-hati untuk mementingkan keselamatan,” pungkas dia.