Dapat Honor Rp 500 Ribu, Bawaslu Klaten Butuh 4.313 Pengawas TPS
Politik

Dapat Honor Rp 500 Ribu, Bawaslu Klaten Butuh 4.313 Pengawas TPS

Klaten,(klaten.sorot.co)--Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Klaten akan merekrut petugas pengawas pemilu untuk ditempatkan di seluruh tempat pemungutan suara (TPS). Pelaksanaan rekrutmen akan dilakukan pada 11-21 Februari 2019 mendatang.

Ketua Bawaslu Klaten, Arif Fatkhurrahman mengatakan, total petugas pengawas pemilu yang dibutuhkan mencapai 4.313 orang, atau sama dengan jumlah TPS untuk Pemilu serentak 2019 yang tersebar di 26 kecamatan. Mereka nantinya akan mengawasi jalannya pemilu secara melekat.

Yang dibutuhkan 4.313 orang. Nanti proses pendaftaran meliputi penerimaan pendaftaran, pemeriksaan berkas, dan wawancara,” kata dia, Kamis (07/02/2019).

Lebih lanjut disampaikan, proses pendaftaran petugas pengawas pemilu dilakukan oleh Panwascam dan dibantu Panwas Desa. Artinya, masyarakat yang hendak mendaftar dipersilahkan menghubungi petugas atau kantor pengawas di wilayah masing-masing. 

Adapun persyaratannya yakni warga negara Indonesia (WNI), berusia minimal 25 tahun, pindidikan minimal SMA sederajat, dan tidak ada ikatan dengan sesama penyelenggara Pemilu. Selain itu pihaknya menegaskan pendaftar bukan berasal dari petugas partai politik.

Yang pernah menjadi anggota partai politik harus sudah mengundurkan diri dari keanggotaan sekurang-kurangnya lima tahun. Karena pengawas harus netral dan juga memiliki integritas demi pelaksaan pemilu yang berkualitas,” imbuhnya.

Pendaftar diprioritaskan berasal dari warga setempat. Sebab, hal itu dilakukan agar pengawas yang bertugas di TPS lebih paham situasi sekitar. Sehingga, selain untuk menekan adanya hal-hal yang tidak diinginkan juga dapat mengawasi jalannya pemilu lebih teliti.

Setelah lulus pendaftaran, nantinya mereka akan dilantik pada 25 Maret 2019. Kemudian sebelum bertugas mereka juga terlebih dahulu mendapat pembekalan dan bimbingan teknis dari Bawaslu Klaten. Masa kerjanya yakni sejak pelantikan hingga tujuh hari setelah pemungutan suara.

Terkait honor bagi petugas pengawas pemilu di TPS, Arif menjelaskan masih belum bisa memastikan secara detail. Hanya saja berdasarkan informasi yang diperoleh, sesuai Pasal 90 ayat 1 UU Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu, honor bagi petugas pengawas sekitar Rp 500 ribu.

"Belum pasti (kalau honor), tapi yang jelas tidak kurang (dari honor) KPPS [Kelompok Penyelanggara Pemungutan Suara]," pungkasnya.