Pemerintah Kaji Jalur Potong Tol Yogya – Solo, Underpass atau Overpass?
Ekonomi

Pemerintah Kaji Jalur Potong Tol Yogya – Solo, Underpass atau Overpass?

Klaten,(klaten.sorot.co)--Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten mulai melakukan pencermatan terhadap rencana proyek jalan tol Yogya - Solo. Ada sejumlah poin yang harus dipetakan dalam proses pencermatan ini, diantaranya menentukan jalur potong antara jalan tol dengan poros kabupaten/desa.

Kabid Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Klaten, Pandu Wirabangsa mengatakan tahapan saat ini adalah pencermatan jalur perpotongan. Ada dua pilihan agar pengguna jalan kabupaten/desa bisa melintas seperti biasa yakni dibuatkan underpass atau overpass.

Pencarmatan ini lebih banyak terkait memastikan potongan jalan tol antara jalan kabupaten/desa. Sehingga ini untuk memastikan kepada masyarakat bahwa mereka tetap mendapatkan akses,” jelasnya saat ditemui, Kamis (07/02/2019).

Tahapan pencermatan ditarget selesai pada Februari 2019. Selama pencermatan, Pemkab Klaten terus berkoordinasi dengan pihak konsultan dari pemerintah pusat. Sebab, kewenangan untuk menentukan hal itu berada di pemerintah pusat. Sementara nantinya hasil pencermatan akan diserahkan ke Pemerintah Provinsi 

Selain mencermati jalur potong, dalam tahapan ini juga untuk memetakan kondisi wilayah yang akan dilalui jalan tol, termasuk keberadaan potensi dan infrastruktur yang sudah ada. Diantaranya adalah sumber mata air maupun saluran irigasi. Mengingat saat ini Klaten merupakan daerah yang kaya sumber mata air dan pertanian.

Dikatakan, berdasarkan informasi yang diterima dari pihak konsultan pemerintah pusat, ada dua pilihan untuk memberikan akses apabila jalan kabupaten/desa bersimpangan dengan jalan tol. Pilihan pertama yakni underpass dan kedua overpass, nantinya pilihan itu berdasarkan hasil pencermatan dan keinginan masyarakat.

Ada yang lebih suka underpass karena tidak mau naik, tapi ada juga yang minta overpass karena bisa untuk foto atau lainnya. Informasi dari sana seperti itu, maka nanti dari tim pusat akan menyaring permintaan warga dan melihat kontruksi tanah juga,” urai dia.

Terkait kepastian lokasi yang terdampak jalan tol, Pandu menjelaskan belum mendapatkan informasi resmi. Pasalnya informasi dari pemerintah pusat baru menggambarkan peta secara umum, belum detail sampai wilayah yang terdampak. Hanya saja dari total panjang jalan tol sekitar 92,86 kilometer, Klaten akan dilalui kurang lebih 28,90 kilometer.

Kita belum menerima detail karena memang DED nya belum ada. Kemarin kita hanya menerima peta itupun total semua jalan tol. Skala petanya juga kecil yakni 1 : 25000, jadi belum tahu wilayah mana yang terdampak. Kemungkinan tahapan ini masih panjang,” urai dia.

Lebih jauh, pihaknya meminta kepada masyarakat agar tenang. Sebab meski dilintasi jalan tol, semua masyarakat tetap memiliki akses jalan tanpa ada halangan. Termasuk saluran irigasi, sumber mata air dan cagar budaya akan tetap aman.