Pasca Luncuran Awan Panas Merapi, BPBD Klaten Perketat Pengawasan
Peristiwa

Pasca Luncuran Awan Panas Merapi, BPBD Klaten Perketat Pengawasan

Klaten,(klaten.sorot.co)--Gunung Merapi mengeluarkan awan panas sejauh 2 kilometer pada, Kamis (07/02) sekitar pukul 18.28 WIB. Berkaca kondisi itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah menyiapkan berbagai langkah guna meningkatkan kewaspadaan menghadapi kondisi Gunung Merapi saat ini.

Hal itu disampaikan oleh Plt Kepala BPDB Klaten, Doddy Hermanu dalam konferensi pers di halaman Kantor BPBD setempat, pada Jumat (08/02/2019). Menurut Doddy, luncuran yang terjadi pada Kamis petang kemarin menjadi salah satu yang terpanjang sejauh ini. Kendati demikian, sampai saat ini status Merapi masih waspada atau level II.

BPPTKG telah merilis atas guguran tersebut dan tidak ada yang membahayakan. Hanya saya memang yang kemarin itu merupakan paling panjang, dari puncak gugurannya sekitar 2 kilomoter,” kata dia.

Pasca terjadinya luncuran awan panas tersebut, BPBD Klaten bersama sejumlah elemen mulai dari TNI, Polri dan relawan mulai melakukan persipan. Salah satu upaya yang dilakukan yakni mengirimkan sejumlah petugas untuk memantau dan mengawasi perkembangan Gunung Merapi terutama saat malam hari. 

Kami juga terus menyambangi teman-teman diatas. Setiap seminggu tiga kali semua dilibatkan untuk diajak naik agar bisa melihat situasi dan kondisi. Karena ini juga bagian dari mempermudah koordinasi jika sewaktu-waktu terjadi peningkatan,” imbuh dia.

Lebih lanjut disampaikan, meski Gunung Merapi telah meluncurkan awan panas namun masyarakat yang bermukim di kawasan rawan bencana (III) seperti Desa Balerante, Tegalmulyo dan Sidorejo, Kecamatan Kemalang diminta untuk tetap tenang. Hanya saja sesuai intruksi dari BPPTKG, warga tidak boleh beraktifiras di radius 3 kilometer.

Sementara itu, Kabid Pencegahan dan Kesiapsigaan BPBD Klaten, Nur Tjahjono Suharto menambahkan sampai saat ini belum ada upaya untuk mengevakuasi masyarakat. Sebab informasi dari BPPTKG, Gunung Merapi masih berstatus waspada. Sehingga masyarakat tetap dipersilahkan melakukan aktivitas seperti biasa.

Karena ada luncuran itu, yang pertama kita harus melihat rekomendasi dari BPPTKG. Kami akan bertindak kalau sudah ada rekomendasi, jadi jika belum ada interuksi untuk menurunkan warga ya kita ikut. Karena ini berkaitan dengan ketenangan masyarakat,” jelasnya.

Saat ini prioritas utama dari BPBD Klaten adalah menjaga ketenangan masyarakat di KRB III. Sementara itu, jumlah warga yang bermukim di KRB III kurang lebih 9.000 jiwa.  Jumlah tersebut tersebar di Desa Tegalmulyo mencapai 2.433 jiwa, Desa Sidorejo 4.460 dan Desa Balerante mencapai 2.033 jiwa.

Jumlah warga sudah kita data. Nah itu yang menjadi dasar utama, termasuk berapa jumlah kelompok rentan. Karena ini nanti berkaitan jika ada intruksi untuk menurunkan warga, semua sudah siap,” pungkasnya.