Skenario Evakuasi Merapi Klaten Ditarget Selesai Bulan Ini
Peristiwa

Skenario Evakuasi Merapi Klaten Ditarget Selesai Bulan Ini

Klaten,(klaten.sorot.co)--Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten bersama TNI, Polri dan sukarelawan telah menyusun skenario jalur evakuasi bagi masyarakat yang bermukim di lereng Gunung Merapi. Penyusunan skenario tersebut ditarget selesai bulan Februari 2019.

Kabid Kedaruratan dan Logistik, BPBD Klaten, Sri Yuwana Haris Yulianta mengatakan saat ini penerapan pola dan skenario evakuasi masih dalam pembahasan oleh berbagai pihak. Sebab, pola evakuasi kali ini berbeda dengan evakuasi saat erupsi Merapi beberapa tahun silam.

"Jadi polanya adalah evakuasi mandiri. Artinya masyarakat akan turun secara mandiri tanpa harus kita jemput ke atas seperti tahun-tahun sebelumnya," kata dia, Jumat (08/02).

Adapun mekanismenya nanti, lanjut Haris, pemerintah dan pihak-pihak terkait tetap berperan apabila terjadi peningkatan status. Artinya tim gabungan akan bertugas memberi kenyamanan dan pengamanan saat masyarakat melintas di jalur evakuasi. Termasuk menunjukkan arah hingga menuju shelter. 

Dijelaskan lebih jauh, untuk mewujudkan skenario evakuasi tersebut butuh kesepakatan bersama antara pemerintah desa dengan BPBD. Sebagai gambaran, apabila terjadi peningkatan status, pemerintah desa harus terlebih dahulu memberi pemahaman kepada masyarakat agar tetap tenang.

"Intinya begini, jika dari BPPTKG menyatakan ada kenaikan status maka kami harap yang diberi informasi pertama adalah BPBD. Nanti, kami akan informasikan ke pemdes agar menenangkan warga dulu setidaknya satu jam," urai dia.

Sembari menenangkan warga, tim gabungan akan segera naik untuk ditempatkan di titik-titik yang sudah disepakati sebelumnya. Tim gabungan tersebut meliputi BPBD, TNI, Polri, Rapi, Orari, PMI, relawan dan lainnya. Setelah tim gabungan sudah naik dan siaga di berbagai titik, pola evakuasi baru bisa dilakukan.

Ditargetkan, pada bulan ini sudah ada kesepakatan jalur evakuasi yang nantinya akan dilintasi warga yang bermukim di kawasan rawan bencana (KRB) III yakni Desa Balerante, Sidorejo dan Tegalmulyo. Sebab, nantinya masyarakat di tiga desa itu akan menempati shelter pengungsian dilokasi berbeda-beda.

"Target kami di bulan ini rencana akhir skenario evakuasi itu bisa disepakati dan dilegalkan. Karena skenario itu akan menjadi acuan semua yang terlibat dalam menghadi kondisi Merapi," pungkasnya.