Usung Misi Sosial, Begini Sejarah Panjang Paguyuban CB Klaten
Komunitas

Usung Misi Sosial, Begini Sejarah Panjang Paguyuban CB Klaten

Klaten,(klaten.sorot.co)--Ditengah gencarnya peluncuran beragam sepeda motor baru tak menyurutkan eksistensi kendaraan keluaran tahun 1970 hingga 1980. Salah satu kendaraan yang tak tergerus oleh zaman adalah jenis Honda CB. Bahkan baru-baru ini kendaraan antik tersebut mulai menjadi buruan pecinta motor.

Di Kabupaten Klaten, para pecinta Honda CB atau yang biasa menyebut motor antik itu tergabung dalam sebuah wadah resmi bernama Paguyuban CB Klaten. Paguyuban tersebut sudah berdiri sejak tahun 2010 dan menginduk dengan Komunitas CB Indonesia. Pasang surut perjalanan paguyuban CB Klaten terus dialami.

Ketua Paguyuban CB Klaten, Dedy Santoso mengatakan awal mula berdirinya paguyuban tersebut tidak lepas dari peristiwa erupsi Gunung Merapi tahun 2010 silam. Kala itu, sejumlah warga yang memiliki kendaraan Honda CB turut serta mendirikan posko sebagai bentuk kepedulian kepada warga yang mengungsi akibat erupsi.

Waktu itu kita mendirikan posko di daerah Gondang (Kebonarum). Kita memabantu masyarakat yang terdampak erupsi, dulu ada sekitar 80 anggota yang ikut membantu di posko tersebut,” kata dia, Sabtu (09/02/2019).

Melihat antusias dan kekompakan antar pecinta Honda CB kian erat, akhirnya berdirilah Paguyuban CB Klaten. Dari situ awal mula misi yang diusung adalah untuk kepentingan sosial. Selain rutin mengadakan perkumpulan dan menjelajah daerah, beragam kegiatan sosial juga terus dilakukan mulai dari membantu korban bencana hingga misi sosial lainnya. 

Namun seiring berkembangnya zaman, pasang surut mulai menerpa paguyuban tersebut. Misi awal yang diusung pun kian terlupakan dan nyaris hilang pada tahun-tahun berikutnya. Sementara sejumlah anggota mulai fokus dengan aktivitas masing-masing, satu per satu dari mereka sudah memiliki kesibukan sendiri.

Sejak ada perubahan, kemudian misi yang sosial itu lama-lama tergerus, tidak lagi sejalan dengan awal terbentuknya paguyuban ini,” jelas dia.

Setelah beberapa tahun lepas dari rel misi yang diusung, akhirnya pada tahun 2017 lalu berbenah. Setelah terpilihnya Deddy sebagai ketua, misi awal berdirinya paguyuban tersebut mulai dibangkitkan kembali. Langkah pertama yang dilakukan adalah menggencarkan aksi sumbangan sukarela tanpa tekanan.

Kita sedang berusaha untuk berbenah agar kembali ke misi awal. Paling tidak jika ada bencana kita akan langsung bergerak, misalnya menggalang dana di internal kita untuk membantu korban. Ini program sedang disusun agar lebih jelas,” urai dia.

Saat ini jumlah anggota Paguyuban CB Klaten yang terdata secara resmi mencapai 40 orang. Sementara sejak tahun 2017 hingga awal 2019 ini sedikitnya sudah ada 15 aksi solidaritas yang sudah dilakukan untuk membantu korban bencana. Terkahir kali bantuan diberikan kepada korban bencana tsunami selat sunda.