Jumlah OPD Bertambah, Klaten Perluas Pantauan Kesehatan Warga
Peristiwa

Jumlah OPD Bertambah, Klaten Perluas Pantauan Kesehatan Warga

Klaten, (klaten.sorot.co)--Dinas Kesehatan Kabupaten Klaten menambah jangkauan pemeriksaan kesehatan warga. Tak hanya orang yang baru pulang dari luar negeri, tapi orang yang baru pulang dari kota yang sudah ditemukan pasien positif virus corona atau COVID-19 juga ikut diperiksa.

Hal itu disampaikan Juru Bicara Gugus Tugas Pencegahan Persebaran COVID-19 Klaten, Anggit Budiarto. Disampaikan bahwa berdasarkan data per 19 Maret, jumlah orang dalam pemantauan (ODP) bertambah 51 orang dari sebelumnya 90 orang. Sedangkan jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) ada 1 orang.

"ODP meningkat 51 orang, dari sebelumnya 90 orang. Tapi jangan berfikiran kalau ODP itu pasti dirawat, karena siapapun yang baru saja bepergian dari daerah terkait dan mengalami batuk, pilek ya masuk ODP. Maka kita pantau," ujarnya, Jumat (20/03/2020).

Lebih lanjut disampaikan, posisi orang yang berstatus ODP itu saat ini berada di rumah. Hanya saja pihaknya mengaku mereka tetap akan dipantau oleh petugas puskesmas guna mengetahui kondisi kesehatannya hingga beberapa hari kedepan, meski ada beberapa yang tidak mengalami gejala apapun. 

"Kemarin ada ODP yang sempat dirawat di rumah sakit ada tiga, tapi sudah pulang semuanya. Nah ini sekarang kita punya satu PDP sedang diisolasi di RSUP Dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten," jelasnya.

Pihaknya mengaku, pemantauan sudah tidak hanya bagi orang yang habis bepergian dari luar negeri. Namun orang dari luar dearah juga ikut dipantau. Petugas kesehatan akan mendatangi dan memeriksa kesehatannya, termasuk suhu tubuh. Sebab menurut Anggit, pencegahan harus dilakukan cepat.

"Misal ada orang yang merasa batuk pilek, tapi suhu tubuh normal. Kita tanya dulu dia dari mana, jika habis bepergian dari daerah yang terjangkit ya maka kita masukkan daftar yang harus dipantau," jelasnya.

Selain itu pihaknya juga menekankan kepada masyarakat agar menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Masyarakat harus membiasakan mencuci tangan pakai sabun, menggunakan hand sanitaizer guna mengurangi peluang terkena bakteri, dan mengkonsumsi makanan gizi.

Sementara itu, salah satu warga Kecamatan Cawas, Supriyadi (50) mengaku sempat diperiksa oleh petugas Puskesmas Cawas di rumahnya usai pulang dari Jakarta. Adapun pemeriksaannya meliputi suhu tubuh, cek darah dan tensi. Hasilnya, kondisi secara keseluruhan sehat.

"Saya berangkat naik pesawat. Pas pulang tiba- tiba dicek kesehatannya, dan Alhamdulilah baik. Kalau saya sih ya wajar, tidak ada masalah," pungkasnya.