Obyek Wisata Klaten Tutup Dua Pekan, PKL Gigit Jari
Peristiwa

Obyek Wisata Klaten Tutup Dua Pekan, PKL Gigit Jari

Klaten,(klaten.sorot.co)--Sejumlah pedagang kaki lima (PKL) yang beroperasi di sekitar obyek wisata mulai mengalami penurunan pendapatan pasca kebijakan Pemkab Klaten menutup obyek wisata hingga dua pekan. PKL tetap berjualan karena untuk mencukupi kebutuhan sehari- sehari.

Sama halnya yang terjadi di sekitaran obyek wisata Candi Plaosan. Sejumlah PKL yang tertata diselatan kawasan candi nampak sepi pembeli, bahkan beberapa lapak pedagang ada yang tutup. Salah satu PKL, Rukmiyati (41) mengaku sepinya pembeli berlangsung sejak pekan kemarin.

Sejak Senin kemarin warung saya langsung sepi. Bahkan ada yang dalam sehari tidak ada pembeli satu pun, ujarnya saat ditemui, Senin (23/03/2020).

Lebih lanjut disampaikan, sepinya pembeli ini berdampak pada pendapatan sehari- hari. Pada hari biasa ia bisa mengantongi Rp 300 ribu per hari, namun saat ini turun drastis menjadi Rp 50 ribu per hari. Itupun diperoleh dengan sangat susah payah, mengandalkan pembeli langganan. 

Kendati demikian, Rukmiyati mengaku tetap akan berjualan. Meski obyek wisata Candi Plaosan baru buka pada 29 Maret mendatang. Sebab hasil dari penjualan soto yang sudah ia tekuni sejak tiga tahun terakhir ini sangat membantu kebutuhan ekonomi sehari- hari keluarganya. 

Berapapun hasilnya ya tetap buka, karena ini sangat diharapkan. Ya meskipun sebetulnya sudah tahu kalau obyek wisata akan tutup. Tapi ya pelan- pelan pasti ada pembeli, imbuhnya.

Hal serupa juga disampaikan pedagang bakso di dekat Obyek Wisata Ponggok, Ari (35). Ia mengaku mengalami sepi pembeli semenjak pemerintah menerapkan kebijakan berupa himbauan agar semua orang berada di rumah hingga 14 hari kedepan. Akibatnya, ia harus mengurangi dagangan.

Antisipasinya ya mengurangi dagangan yang saya bawa. Biasanya bawa lima kilogram, tapi ini bawa tiga kilogram saja. Alhamdulilah sedikit juga ada hasil. Meski sepi sih,” pungkasnya.