Masjid di Klaten Boleh Gelar Shalad Idul Adha, Tapi Wajib Patuhi Hal Ini
Peristiwa

Masjid di Klaten Boleh Gelar Shalad Idul Adha, Tapi Wajib Patuhi Hal Ini

Klaten,(klaten.sorot.co)--Pemerintah Kabupaten Klaten mempersilahkan masjid- masjid yang ada di perkampungan menggelar Shalad Idul Adha pada, Jumat (31/07/2020) mendatang. Namun, jamaah wajib menaati protokol pencegahan Covid-19 selama masa pandemi.

Hal itu disampaikan Kabag Kesra Setda Klaten, M. Mujab. Aturan itu sesuai Surat Edaran (SE) Bupati Klaten bernomor 439/2020 tentang Penyelenggaraan Salat Idul Adha dan Penyembelihan Hewan Kurban 1441 H Menuju Masyarakat Produktif dan Aman Covid-19.

Penyelenggaraan Shalad Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban dapat dilakukan dengan memperhatikan protokol kesehatan dan telah dikoordinasikan dengan Gugus Tugas. Ada beberapa persyratan yang perlu diperhatikan para jamaah dan panitia Idul Adha.

SE nya (Hari Raya Idul Adha) sudah turun. Jadi nanti masjid- masjid wajib menerapkan protokol kesehatan,  ujar dia, Sabtu (25/07/2020).

Persyaratan itu yakni menyiapkan petugas untuk mengawasi penerapan protokol, penyemprotan disinfektan di area masjid, membatasi jumlah pintu kekuar/ masuk masjid, menyediakan fasilitas cuci tangan di setiap pintu, menyediakan alat ukur suhu dan lainnya. 

Sedangkan untuk persyaratan penyembelihan hewan kurban diantaranya panitia yang menyembelih dengan pemotong daging, tulang, serta jeroan harus dibedakan. Selama di sekiraran lokasi pemotongan hewan kurban semua panitia juga wajib mengenakan masker.

Selain di masjid perkampungan, lanjut Mujab, dua masjid besar di Klaten yakni Masjid Raya dan Masjid Agung Al- Aqsha juga bakal menggelar Shalad Idul Adha. Hal itu sudah dikoordinasikan di tingkat jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Klaten.

Untuk Masjid Raya dan Masjid Agung beda dengan Hari Raya Idul Fitri kemarin, karena untuk hari raya kali ini akan dibuka. Tapi untuk takbir kelilingnya tidak ada, harapan kami takbir hanya didalam masjid, imbuhnya.