Kabar Baik, Tujuh Pasien Covid-19 Klaten Dinyatakan Sembuh
Peristiwa

Kabar Baik, Tujuh Pasien Covid-19 Klaten Dinyatakan Sembuh

Klaten,(klaten.sorot.co)--Sebanyak tujuh pasien Covid-19 di Kabupaten Klaten telah dinyatakan sembuh pada, Minggu (26/07) malam. Dengan begini, secara keseluruhan sudah ada 60 pasien Covid-19 yang sembuh dan diperbolehkan pulang.

Hal itu disampaikan Juru Bicara Gugus Tugas Pencegahan dan Pengendalian Covid-19, Cahyono Widodo. Dikatakan sampai saat ini jumlah komulatif pasien Covid-19 mencapai 123 orang, dari jumlah itu 56 orang dirawat, 60 orang sembuh, dan 7 orang meninggal dunia.

Ada kabar baik. Setelah ada penambahan 7 pasien baru positif Covid-19, saat ini juga ada 7 pasien yang sembuh, ujarnya, Senin (27/07/2020).

Pasien sembuh itu perempuan berinisial H (44) asal Wonosari. Ia sebelumnya dirawat di Rumah Sehat Covid Sukoharjo sejak 16 Juli. Kemudian laki- laki berinisial AS (20) asal Wonosari yang sebelumnya dirawat di RS UNS Surakarta sejak 21 Juli.  

Selanjutnya dua pasien sembuh lain berasal dari Klaten Tengah masing- masing adalah perempuan berinisial AI (41) dan perempuan berinisial ATD (43). Sebelumnya kedua pasien tersebut dirawat di RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro sejak 18 dan 19 Juli lalu.

Pasien sembuh kelima yakni perempuan berinisial SK (54) warga Bayat. SK dirawat sejak 18 Juni lalu. Pasien keenam yakni perempuan berinisial MNS (58) warga Cawas.  Kedua pasien sebelumnya dirawat di RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten.

Sedangkan pasien terakhir adalah perempuan berinisial YP (25) asal Delanggu. YP dirawat di Rumah Sakit UNS sejak 17 Juli lalu. Usai dilakukan pemeriksaan dan berdasarkan  test swab terakhir, yang bersangkutan menunjukkan hasil negatif dan boleh pulang.

Ketujuh pasien sembuh hari ini diperbolehkan pulang ke rumah. Namun harus tetap isolasi mandiri minimal 7 hari dan disiplin melakukan protokol kesehatan, urai dia.

Pihaknya meminta kepada masyarakat agar lebih waspada dan meningkatkan kedisiplinan. Sebab, sampai saat ini kasus Covid-19 di Klaten masih sulit diprediksi karena tidak stabil. Disisi lain, pihaknya juga mulai gencar melakukan rapid test masal.

Sesuai petunjuk gubernur dan bupati kita dalam penanganan akan lebih terstruktur, sistematik, dan masih untuk pemeriksaan. Termasuk disinfektan, pungkasnya.