Ritual Laku Badar, Dua Pria Jalan Kaki Puluhan Kilometer Menuju Titik Nol Km Klaten
Budaya

Ritual Laku Badar, Dua Pria Jalan Kaki Puluhan Kilometer Menuju Titik Nol Km Klaten

Klaten,(klaten.sorot.co)--Dua warga Klaten melakukan perjalanan spiritual Laku Badar Giyanti. Dalam laku itu, keduanya masing- masing berjalan kaki puluhan kilometer dari arah yang berlawanan yakni Solo dan Yogyakarta hingga kemudian bertemu di titik nol kilometer Klaten.

Keduanya adalah Iwan Purwoko warga Desa Nglinggi, Klaten Selatan dan Agung Bakar warga Desa Kranggan, Polanharjo. Agung Bakar mengambil start dari arah Solo tepatnya di Keraton Kartasura. Perjalanan spiritual Agung Bakar dimulai pada, Senin (27/07) pukul 19.30 WIB.

Sedangkan Iwan mengambil start dari arah Yogya tepatnya dari Makam Raja Jawa di Kota Gede, Yogyakarta. Iwan mulai berjalan kaki dari sana pada, Senin (27/07) sekitar pukul 20.00 WIB. Selama perjalanan, keduanya sama- sama sempat berhenti beberapa kali untuk istirahat.

Setelah menempuh perjalanan puluhan kilometer, keduanya lantas bertemu di titik nol kilometer Klaten yang terletak di Kampung Kanjengan, Kelurahan Bareng, Kecamatan Klaten Tengah, Selasa (28/07/2020). Suasana haru dan bahagia mewarnai pertemuan keduanya.

Rasanya sangat bahagia bisa sampai dengan selamat. Karena Laku Badar Giyanti ini sebagai harapan dalam persatuan bumi mataram yakni Solo dan Yogya, ujar Agung Bakar, Selasa.

Ritual Laku Badar Giyanti yang diprakarsai pegiat komunitas Peduli Klaten ini untuk membadarkan atau menjelaskan kembali Perjanjian Giyanti yang sudah ada sejak tahun 1755 silam. Sebab perjanjian itu dinilai membuat kekerajaan Solo dan Yogyakarta tidak lagi bersatu 

Oleh sebab itu, Agung dan Iwan melakukan Ritual Laku Badar Giyanti ini dengan harapan Mataram kembali bersatu dan nyawiji secara spiritual demi keutuhan dan kemajuan bangsa Indonesia. Selain itu juga sebagai upaya refleksi kembali jejak sejarah Kabupaten Klaten di masa lalu.

Harapannya rakyat Mataram jadi satu, padu, dan maju. Salah satunya adalah menyongsong harapan dan peradaban baru dengan masyarakat yang makmur, gemah ripah loh jinawi, pungkasya.