Klaten Siaga Darurat Kekeringan, Puncak Kemarau Diprediksi Agustus
Sosial

Klaten Siaga Darurat Kekeringan, Puncak Kemarau Diprediksi Agustus

Klaten,(klaten.sorot.co)--Puncak musim kemarau di Klaten diprediksi terjadi Agustus- September mendatang. Sebelumnya, Klaten sudah ditetapkan siaga darurat bencana kekeringan musim kemarau terhitung sejak 1 Juni hingga 30 November melalui SK Bupati Klaten No. 360/169.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Klaten, Sri Yuwana Haris Yulianta mengatakan berkaca tahun sebelumnya jumlah desa yang terdampak krisis air bersih sekitar 42 desa. Sementara pada musim ini, BPBD sudah menyalurkan bantuan air bersih ke tujuh desa di dua kecamatan.

Saat ini sudah ada tujuh desa yang terdampak (musim kemarau) dan mengajukan bantuan air bersih. Totalnya ada sekitar 140 tangki bantuan dropping air bersih, ujarnya, Kamis (30/07/2020).

Lebih lanjut disampaikan, puncak kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus-September mendatang. Sedangkan alokasi anggaran penanganan musim kemarau tahun ini untuk dropping air bersih senilai Rp 150 juta. Haris mengaku anggaran itu diperkirakan cukup hingga November. 

Anggaran dropping air pada APBD murni sebesar Rp 150 juta untuk 600 tangki. Nanti di APBD Perubahan ada usulan penambahan anggaran Rp 92 juta untuk 400 tangki. Jadi Insyaaallah 1.000 tangki kami alokasikan sampai akhir November, imbuhnya.

Apabila anggaran itu tidak cukup, Haris mengaku masih ada pihak ketiga dari dunia usaha dan lain-lain yang sewaktu- waktu siap membantu mencukupi kebutuhan bantuan air bersih tersebut. Diharapkan, bantuan dari pihak ketiga nanti bisa mencapai 400-500 tangki air bersih.

Pihak ketiga siap bantu kapan saja dan nunggu informasi dari BPBD. Kalau harapan kami masyarakat juga lebih bijak dalam pengguanaan air, agar sedulur-sedulur yang mengalami krisis air bersih juga dapat, pungkasnya.