Gagal Berangkat, Enam Calon Haji Klaten Tarik Kembali Uang Pelunasan
Peristiwa

Gagal Berangkat, Enam Calon Haji Klaten Tarik Kembali Uang Pelunasan

Klaten,(klaten.sorot.co)--Sedikitnya sudah ada enam calon jamaah haji (calhaj) asal Klaten yang mengambil kembali biaya pelunasan yang telah dibayarkan. Pengambilan uang pelunasan itu dilakukan menyusul adanya pembatalan keberangkatan ibadah haji lantaran kondisi pandemi Covid-19.

Sesuai jadwal, jumlah calhaj Klaten yang akan berangkat ke tanah suci tahun ini sebetulnya sekitar 1.181 orang terbagi dalam empat kloter yakni kloter 42, 43, 44, dan 45. Para calhaj juga sudah membayar biaya pelunasan perjalanan ibadah haji menjelang beberapa bulan keberangkatan.

Total biaya perjalanan ibadah haji yang harus dipenuhi para calhaj adalah sekitar Rp 35,9 juta. Biaya itu dibayarkan saat pendaftaran awal senilai Rp 25 juta, dan kemudian sisanya dibayarkan saat setoran pelunasan. Biaya setoran pelunasan kurang lebih senilai Rp 10,9 juta.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Klaten, Anif Solikhin mengatakan para calhaj yang batal berangkat tahun ini dialihkan pada 2021 mendatang. Sembari menunggu tahun depan, setoran biaya pelunasan bisa diminta kembali. Namun nantinya dibayarkan lagi menjelang keberangkatan.

Sampai saat ini, kata Anif, sedikitnya sudah ada enam calhaj yang mengambil kembali uang untuk biaya pelunasan. Disinggung alasannya, para calhaj mengaku untuk mencukupi kebutuhan keluarga dan modal usaha. Sedangkan calhaj sisanya belum ada permohonan pengambilan biaya pelunasan.

Data terakhir kemarin kalau tidak salah ada sekitar enam orang yang mengambil. Ya memang itu haknya mereka, bahwa dapat diambil dulu. Nanti yang mengembalikan dari Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH),” ujar dia, Jumat (31/07/2020).

Dijelaskan, calhaj yang meminta kembali biaya pelunasan masih tetap memiliki kursi untuk berangkat tahun depan. Namun apabila ada calhaj yang ingin mengambil semua biaya perjalanan ibadah haji, termasuk setoran awal, maka dianggap mengundurkan diri dan harus daftar ulang dari awal. 

Kalau yang boleh diambil (jika ingin berangkat tahun depan) ya hanya biaya pelunasan. Nanti biaya pelunasan itu bisa dibayarkan lagi saat akan berangkat tahun depan,” imbuhnya.

Lebih lanjut disampaikan, pembatalan keberangkatan ibadah haji ini berdasarkan situasi pandemi Covid-19 yang sulit diprediksi. Bahkan tahun ini, kata Anif, Pemerintah Arab Saudi hanya menyediakan kuota 1.000 orang yang sebagian besar diperuntukan bagi warga negera setempat.

Memang ibadah haji tahun ini sangat terbatas, hanya 1.000 orang. Itu pun hanya untuk warga Arab Saudi sendiri, dan WNA yang sudah menetap disana sejak lama. Maka ya memang harus dipahami semua masyarakat,” kata dia.