Lahan di Klaten Mulai Terpasang Patok Proyek Jalan Tol Yogya-  Solo
Peristiwa

Lahan di Klaten Mulai Terpasang Patok Proyek Jalan Tol Yogya- Solo

Polanharjo,(klaten.sorot.co)--Sejumlah lahan di Kabupaten Klaten mulai dipasangi patok proyek Jalan Tol Yogya - Solo sejak beberapa hari terakhir ini. Lahan- lahan yang dipasangi patok itu diantaranya adalah lahan pertanian dan tepi jalan, ada juga yang di halaman rumah warga.

Paton berbentuk silinder dengan warna cat berbeda- beda itu terlihat di beberapa wilayah Klaten sisi utara. Seperti halnya di Desa Glagahwangi, Kecamatan Polanharjo. Patok itu berderet memanjang. Salah satu warga setempat, Sriyono mengaku patok dipasang Rabu (29/07/2020).

Awalnya itu hanya patok dari bambu dikasih bendera. Tapi selang sehari kemudian mulai dipasangi batok cor berbentuk silinder, ujarnya, Minggu (02/08/2020).

Sriyono mengaku tidak tahu menahu maksud dan tujuan dari pemasangan patok itu karena tidak ada pemberitahuan sebelumnya. Namun patok- patok itu berada di sejumlah area persawahan milik warga yang sebelumnya senter dikabarkan bakal terdampak proyek jalan nasional itu. 

Memang belum ada informasi, tapi kabarnya itu yang kena jalan tol. Karena garis lurus patoknya sampai ke Desa Kapungan (sisi utara Desa Glagahwangi), imbuhnya.

Sementara itu Kepala Desa Kapungan, Rahim Fauzi mengaku patok- patok itu dipasang oleh tim dari proyek Jalan Tol Yogya- Solo. Sebab, sebelum dipasang patok, ada petugas yang datang ke kantor desa untuk pemberitahuan dan minta agar perangkat desa ikut mendampingi.

Pemasangannya dua hari, terakhir itu hari Rabu lalu. Tapi sebelum dipasang (patok), kami sudah inisiatif menyampaikan ke warga. Agar saat pemasangan patok, warga tidak panik dan kaget,” jelasnya.

Setelah pemasangan patok selesai, lanjut Rahim, rencananya pekan depan akan digelar konsultasi publik dengan mengundang calon warga terdampak proyek oleh tim pekerja jalan tol. Rahim menjelaskan konsultasi publik di gelar di tiga tempat dengan dibagi dua sesi.

Kami hanya menyiapkan tempat. Nanti dari sana yang menjelaskan lebih rincinya. Jadi warga tidak perlu bertanya- tanya lagi sejauh mana perkembangan proyek jalan ini, terutama kepastian lahan yang terdampak, urai dia.

Informasi yang diterima Rahim, luas lahan di Desa Kapungan yang akan terdampak proyek jalan tol kurang lebih 25 hektar. Selain area persawahan, ada juga perkampungan yang akan terdampak dengan perkiraan jumlahnya sekitar 22 rumah. Meski demikian dipastikan warga tetap kondusif.

Kalau disini kondusif, karena jauh- jauh hari sudah saya sampaikan bahwa ini proyek pemerintah, maka kita wajib mendukung. Namun diharapkan pembahasan ganti dan ruginya bisa menguntungkan warga, pungkas dia.