Warga Kampung Terisolir Lereng Merapi Kini Bisa Akses Internet Gratis
Peristiwa

Warga Kampung Terisolir Lereng Merapi Kini Bisa Akses Internet Gratis

Klaten,(klaten.sorot.co)--Warga yang bermukim di kampung terisolir lereng Gunung Merapi di Dukuh Girpasang, Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang sudah bisa mengakses internet menggunakan wifi. Pemasangan wifi itu merupakan hasil kerjasama dari berbagai pihak.

Pemasangan wifi dilakukan bersama- sama oleh Dinas Komunikasi Informatika (Diskominfo) Klaten, Komunitas Scooter Klaten (KSK), Sedulur Pit Klaten, Bike To Work (B2W) Klaten, NSCC dan Youtuber Klaten. Serta dibantu oleh jajaran TNI Kodim 0723/ Klaten.

Sekretaris Diskominfo Klaten, Rizqan Iryawan mengatakan titik pemasangan wifi meliputi gardu pandang, masjid, pendopo RT dan tebing atau puncak tertinggi di perkampungan tersebut. Pemasangan wifi ini bagian dari pemerataan jaringan intenet hingga wilayah pinggiran.

Di Girpasang ini belum ada jaringan internet yang masuk satu pun. Bahkan signal pun susah. Maka kita berkolaborasi agar jaringan internet masuk di Girpasang melalaui wifi,” ujarnya, Senin (26/10/2020).


Selain untuk memudahkan komunikasi warga setempat dengan warga lain untuk memantau perkembangan Gunung Merapi, fasilitas internet gratis ini juga bisa untuk mendukung belajar mengajar selama pandemi Covid-19. Mengingat saat ini kebanyakan menggunakan daring. 

Karena disini medannya untuk keluar masuknya susah, maka butuh informasi lewat internet. Selain itu pelajar disini selama pembelajaran daring juga mudah, tidak perlu naik turun jurang, jelasnya.

Girpasang beradius 4 km dari puncak Gunung Merapi. Perkampungan itu terisolasi karena berada di balik bukit dan diapit jurang. Jalannya juga tak semudah kampung lain. Jalan setapak lebih dari 1.800 anak tangga di tepi jurang menjadi satu- satunya akses keluar masuk.

Sementara itu Ketua RT 7 di Dukuh Girpasang, Sugino mengungkapkan Dukuh Girpasang hanya terdiri dari 34 jiwa dan 9 rumah. Dari jumlah itu, ada delapan orang yang saat ini masih berstatus pelajar. Meliputi dua pelajar TK, tiga pelajar SD, dua pelajar SMP, dan satu pelajar SMK.

Selama pandemi ini anak- anak tidak sekolah tapi tetap keluar karena cari internet. Bahkan harus keluar juga setiap hari, urai dia.