Kasus Ibu dan Bayi Meninggal Dunia Tinggi, Kader PKK Awasi Ibu Hamil
Peristiwa

Kasus Ibu dan Bayi Meninggal Dunia Tinggi, Kader PKK Awasi Ibu Hamil

Klaten,(klaten.sorot.co)--Dinas Kesehatan Klaten menggandeng kader Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) mulai tingkat kabupaten hingga RT guna memantau ibu hamil. Kader PKK dianggap mampu menekan angka kematian ibu dan bayi yang kini cukup tinggi.

Data dari Dinkes Klaten, Januari- September jumlah angka kematian ibu mencapai 12 orang dan kematian bayi 112 orang. Ibu yang meninggal itu terjadi saat kehamilan, bersalin, dan masa nifas. Sedangkan bayi meninggal adalah bayi yang lahir hidup sampai usia 12 bulan.

Kabid Kesehatan Masyarakat, Dinas Kesehatan Klaten, Tuti Nurharyanti mengaku peran kader PKK sangat penting dalam membantu meminimalisir kematian ibu dan bayi. Sebab keberadaan kader PKK hampir tersebar di semua RT dan aktif dalam sosialisasi.

Sebetulnya tidak hanya PKK, tapi juga lintas sektor yang lain di tingkat RT. Namun karena PKK yang jumlahnya paling banyak, maka ini kita optimalkan dulu, ujarnya, Senin (26/10/2020).


Kader PKK bisa mengawasi ibu hamil di masing- masing wilayahnya. Adapun bentuk pengawasannya mulai dari pencatatan identitas, pendampingan pola hidup sehat, hingga aktivitasnya. Pengawasan itu sangat penting terutama bagi ibu hamil yang beresiko tinggi.  

Kalau yang resiko tinggi bisa didampingi satu ibu satu kader, bisa kader PKK atau kader kesehatan. Kalau memang perlu dikunjungi ya datang, nanti hasil itu dilaporkan ke bidan kira- kira apa yang perlu diperbantukan, imbuhnya.

Diharapkan, saling sinerginya petugas kesehatan dengan lintas sektoral di tingkat desa mulai dari kader PKK, tokoh agama, dan tokoh masyarakat ini dapat menekan angka kematian ibu dan bayi. Termasuk ditambah dengan dukungan atau semangat dari pihak keluarga.