Obyek Wisata Air Klaten Resmi Dibuka, Tapi Wajib Taati 12 Poin Ini
Peristiwa

Obyek Wisata Air Klaten Resmi Dibuka, Tapi Wajib Taati 12 Poin Ini

Klaten,(klaten.sorot.co)--Pemkab Klaten secara resmi telah membuka semua obyek wisata air pada pekan ini. Kendati demikian lewat Surat Edaran (SE) Bupati, ada 12 point yang harus diperhatikan dan ditaati saat obyek wisata air buka ditengah situasi pandemi Covid-19.

Pembukaan obyek wisata air itu tertuang dalam SE Bupati Klaten No. 443.1/629/13 tentang Pembukaan Objek Wisata Tirta di Masa Pandemi Covid-19 di Klaten. SE Bupati tersebut ditandatangani oleh Pjs Bupati Klaten, Sujarwanto Dwiatmoko tertanggal 26 Oktober 2020.

Sesuai SE memang sudah diterbitkan, namun juga tergantung dari pelaku obyek wisata. Karena perlu persiapan dan koordinasi di tempat, ujar Plt Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Klaten, Sri Nugroho, Selasa (27/10/2020).


Ada beberapa pertimbangan membuka wisata air, diantaranya pandemi Covid-19 tidak dapat diperkirakan kapan berakhirnya. Selain itu perkembangan penanganan Covid-19 di Klaten yang terkendali. Maka obyek wisata air disepakati dibuka demi penyelamatan dan pemulihan ekonomi. 

Dibuka tapi secara bertahap dan protokol kesehatan wajib ditaati. Bahkan saat liburan nanti, Satgas dari provinsi akan melakukan inspeksi mendadak juga, imbuhnya.

Ada 12 point yang perlu diperhatikan selama obyek wisata air dibuka, antara lain.

1. Pengusaha/pengelola wajib membentuk Satuan Tugas Penanganan Covid-19 di lingkungan usahanya dan berkoordinasi dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 secara berjenjang.

2. Pengusaha/pengelola wajib menyusun, menetapkan, dan melaksanakan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 di lingkungan usahanya dengan mendasarkan pada ketentuan peraturan yang berlaku.

3. Pengusaha/pengelola wajib mensosialisasikan protokol kesehatan kepada pengunjung dan menempatkan informasinya di lokasi yang mudah dilihat serta memantau pelaksanaannya.

4. Pengusaha/pengelola wajib menyediakan sarana dan prasarana yang dibutuhkan untuk penerapan dan pengawasan protokol kesehatan pencegahan Covid-19, mengatur pembatasan kapasitas pengunjung untuk menghindari kerumunan dengan masa percobaan sebanyak 20 persen secara bertahap dengan maksimal 50 persen dari kapasitas daya tampung.

5. Pengusaha/pengelola wajib membudayakan kepada seluruh pegawai di lingkungan usahanya untuk melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) serta gerakan masyarakat hidup sehat.

6. Memastikan air kolam renang menggunakan disinfektan dengan clorin 1-10 ppm atau bromine 3-8 ppm sehingga pH air mencapai 7,2-8 dilakukan setiap hari dan hasilnya diinformasikan di papan informasi agar dapat diketahui oleh konsumen.

7. Pengelola melakukan pembersihan dan disinfeksi terhadap seluruh permukaan di sekitar kolam renang seperti tempat duduk, lantai, dan lain- lain.

8. Pastikan tamu yang akan menggunakan kolam renang dalam keadaan sehat.

9. Pengusaha/pengelola wajib berkoordinasi dengan unsur perangkat daerah/instansi terkait dalam rangka penyediaan mekanisme penanganan situasi darurat Covid-19 di destinasi wisata berupa penyediaan dokter dan paramedis yang cukup di lingkungan wisata.

10. Pedagang makanan dan minuman agar selalu menjaga kebersihan dan menerapkan protokol kesehatan.

11. Penyelenggaraan kegiatan usaha sektor kepariwisataan ini akan dievaluasi secara berkala.

12. Apabila hasil evaluasi ditemukan pelanggaran seperti yang ditentukan, maka akan diberi sanksi administratif berupa teguran, penutupan sementara, pencabutan izin/rekomendasi dan jenis sanksi administratif lain sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.