Fenomena La Nina, Klaten Waspadai Bencana Banjir dan Tanah Longsor
Peristiwa

Fenomena La Nina, Klaten Waspadai Bencana Banjir dan Tanah Longsor

Klaten,(klaten.sorot.co)--Cuaca ekstrem imbas dari fenomena La Nina diprediksi bakal terjadi akhir tahun ini. Kabupaten Klaten menjadi salah satu daerah yang kini sedang melakukan kesiapsiagaan karena selama ini masuk kategori rawan bencana banjir dan tanah longsor.

Sesuai data dari BPBD, di Klaten ada sembilan kecamatan yang masuk kategori siaga banjir, meliputi Wedi, Bayat, Prambanan, Gantiwarno, Cawas, Trucuk, Karangdowo, Juwiring, dan Wonosari. Sebagian besar wilayah tersebut dilintasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Dengkeng.

Kepala Pelaksana BPBD Klaten, Sip Anwar mengatakan selain berdekatan dengan DAS Dengkeng, wilayah yang sering jadi langganan banjir itu juga letak geografisnya lebih rendah atau cekungan. Sehingga ketika terjadi hujan dengan intensitas tinggi membuat wilayah itu tergenang.

Prediksinya Oktober atau November sudah masuk musim hujan. Tapi tahun ini memang juga diprediksi ada fenomena La Nina, maka butuh kesiapan lebih, ujarnya, Selasa (27/10/2020).


Beberapa persiapan yang dilakukan adalah menggelar apel kesiapsiagaan, mendirikan posko di masing- masing kecamatan maupun Kantor BPBD, menyiapkan sarana prasarana, hingga kesiapan logistik. Tak hanya itu, koordinasi dengan para relawan juga telah dilakukan. 

Untuk posko akan mulai dibuka pada 1 November 2020 hingga 31 Maret 2021. Disetiap kecamatan mendirikan posko, tapi induknya di BPBD, imbuhnya.

Sementara itu Pjs Bupati Klaten, Sujarwanto Dwiatmoko menjelaskan sesuai prediksi selama fenomena La Nina berlangsung, akan terjadi peningkatan intensitas hujan hingga 40 persen dibanding keadaan normal. Oleh sebab itu butuh kesiapan dari semua stakeholder.

Kita harus pastikan sejauh mana kesiapannya. Karena banyak potensi bencana yang perlu diperhatikan. Maka masyarakat harus kita yakinkan kalau kita ini siap, pungkasnya.