Merapi Siaga, 1.516 Dokumen Penting Warga Teratas Diarsipkan
Peristiwa

Merapi Siaga, 1.516 Dokumen Penting Warga Teratas Diarsipkan

Klaten,(klaten.sorot.co)--Dinas Arsip dan Perpustakan Klaten sudah mengarsipkan 1.516 dokumen penting milik warga di kawasan rawan bencana Gunung Merapi Desa Balerante, Kecamatan Kemalang. Pengarsipan dokumen dilakukan secara digital melalui program Titip Bandaku.

Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Klaten, Syahruna mengatakan pengarsipan dokumen penting secara digital ini berkaca dari erupsi Gunung Merapi 2010 silam. Sebab kala itu, banyak dokumen penting milik warga lereng Merapi yang rusak maupun hilang karena tidak sempat diselamatkan.

Kejadian 2010 itu banyak dokumen yang tidak selamat, karena hanya fokus menyalamatkan diri. Nah ketika pasca erupsi, warga disana kesulitan untuk mencarai dokumen baru, ujarnya, Jumat (08/01/2021).

Berkaca kejadian tersebut, Dinas Arsip dan Perpustakaan Klaten membuat aplikasi guna mengarsipkan dokumen penting milik warga lereng Merapi. Lewat program itu, dokumen asli discan, kemudian hasil scan disimpan secara digital di Kantor Dinas Arsip dan Perpustakaan Klaten. 

Kita alih mediakan aset dokumen warga KRB III ditempat kami, sehingga apabila nanti terjadi erupsi dan ada dokumen yang rusak maka nyarinya lebih mudah. Karena sudah diarsipkan, imbuhnya.

Sampai saat ini, dari tiga desa yang masuk kawasan rawan bencana Gunung Merapi yakni Balerante, Tegalmulyo, dan Sidorejo, dokumen yang sudah diarsipkan yakni milik sebagian warga Desa Balerante. Total sekitar 1.516 dokumen penting yang diarsipkan lewat program Titip Bandaku.

Dokumen- dokumen penting yang diarsipkan antara lain dokumen kependudukan berupa KTP, KK, akta, hingga buku nikah. Selain itu ada pula sertifikat tanah, BPKB kendaraan, ijazah, dan surat- surat penting lainnya. Setelah diarsipkan, dokumen asli tetap dibawa oleh pemiliknya.

Kita koordinasi dengan instansi lainnya. Jadi kalau diarsipkan oleh yang berwenang, nanti pengurusannya akan lebih mudah. Sehingga masyarakat diatas sekarang lebih tenang, jelasnya.

Pengarsipan dokumen milik warga lereng Merapi semakin dikebut. Menyusul sejak beberapa waktu terakhir ini Gunung Merapi sudah mengalami peningkatan aktivitas. Bahkan BPPTKG Yogyakarta menyampaikan Gunung Merapi saat ini telah memasuki awal fase erupsi.