Berikut Aturan Selama Klaten Terapkan Pembatasan Kegiatan
Peristiwa

Berikut Aturan Selama Klaten Terapkan Pembatasan Kegiatan

Klaten,(klaten.sorot.co)--Penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) resmi diberlakukan di Kabupaten Klaten pada 11-25 Januari nanti. Selama PPKM, ada 10 pembatasan kegiatan yang akan diatur dan tertuang dalam surat edaran (SE) Bupati Klaten.

Pemberlakukan PPKM merupakan tindak lanjut dari Instruksi Menteri Dalam (Mendagri) No. 1/2021 Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19. Intruksi itu kemudian diteruskan dalam SE Bupati Klaten No. 360/0/6/32 tahun 2021.

Dalam SE yang ditandatangani Bupati Klaten, Sri Mulyani tertanggal 8 Januari 2012 itu, sedikitnya ada 10 pembatasan kegiatan yang akan diberlakukan. Pertama pembatasan di tempat kerja, yakni 75 persen work from home (WFH) serta 25 persen work from offiice (WFO).

Ketentuan itu (WFH-WFO) berlaku bagi semua ASN maupun karyawan yang bekerja di perusahaan, ujar Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Klaten, Ronny Roekmito, Jumat (08/01/2021).

Kemudian, kegiatan belajar mengajar satuan pendidikan wajib sistem daring, termasuk pondok pesantren. Selanjutnya, kegiatan tempat ibadah diijinkan namun dengan pengaturan pembatasan 50 persen. Dan kegiatan makan minum ditempat dibatasi 25 persen. 

Selain itu, lanjut Ronny, pusat perbelanjaan, pertokoan, tempat makan baik restoran hingga angkringan dilakukan pembatasan jam operasional maksimal sampai pukul 19.00 WIB. Pembatasan jam operasional itu berlaku untuk semuanya, mulai dari wilayah perkotaan dan pinggiran.

Tempat usaha seluruhnya ada pembatasan jam operasional, mulai dari mall, toko, rumah makan, angkringan jam 19.00 WIB tutup. Intinya kalau dari kami, semua jam 19.00 WIB itu selesai, tidak ada lagi kegiatan, imbuhnya.

Lebih lanjut disampaikan, semua obyek wisata di Klaten juga tutup, termasuk event seni, budaya dan olahraga. Sedangkan untuk hajatan masih bisa digelar, asalkan harus mengantongi izin dari Kades, Camat, Kapolsek serta Danramil sesui ketentuan yang ada.

Selanjutnya untuk kegiatan sektor esensial yang berkaitan dengan kebutuhan pokok sehari-hari dan obyek vital nasional tetap berjalan 100 persen. Kegiatan konstruksi juga berjalan 100 persen. Meski demikian, semua harus tetap sesuai dengan protokol kesehatan.

Kami berharap masyarakat paham. Karena dengan adanya hal ini nanti diharapkan ada perubahan perilaku untuk adaptasi kebiasaan baru. Kalau sudah jalan kan bisa berdampak pada penurunan penularan Covid-19, pungkasnya.