Jaringan Sabu di Klaten Terbongkar, Polisi Buru Pemasoknya
Hukum & Kriminal

Jaringan Sabu di Klaten Terbongkar, Polisi Buru Pemasoknya

Klaten,(klaten.sorot.co)--Satuan Narkoba Polres Klaten menangkap empat pengedar sabu- sabu kelas kakap. Selain meringkus keempat tersangka, polisi juga memburu seorang penjual yang masih satu jaringan atau pemasok sabu- sabu kepada empat pengedar tersebut.

Keempat pengedar yang ditangkap dalam kurun waktu bersamaan itu GR (25) warga Desa Bulan, Kecamatan Wonosari ; AC (41) warga Ngawen ; DD (24) warga Tegalyoso, Klaten Selatan ; dan AT (36) warga Pluneng, Kebonarum. Mereka mendapat sabu dari PY yang saat ini masih buron.

Penangkapan pertama dilakukan terhadap GR pada, Kamis (28/01) di jalan Desa Sidowayah, Kecamatan Polanharjo. Dari tangan GR, polisi menyita sabu-sabu mencapai seberat 29,82 gram yang terbagi dalam 9 plastik klip. Selain itu juga ada 1 timbangan diduga sebagai alat timbang sabu- sabu.

Sehari kemudian pada, Jumat (29/01) polisi menangkap dua tersangka yakni AC dan DD. Mereka ditangkap saat berboncengan sepeda motor di jalan Desa Jungkare, Kecamatan Karanganom. Total sabu-sabu yang turut disita seberat 1,26 gram terbagi dalam dua plastik klip.

Pada hari yang sama, polisi menangkap satu tersangka lain yang masih satu jaringan yakni AT. Tersangka ditangkap di Desa Pluneng, Kecamatan Kebonarum. Barang bukti yang disita dari tangan tersangka yakni sabu- sabu seberat 0,32 gram dan 1 bekas tutup balon lampu alat transaksi.

Keempatnya sama. Tersangka memperoleh dan mengedarkan narkotika jenis sabu dengan cara dibimbing atau dipandu oleh seseorang berinisial PY melalui Whatsapp, ujar Kasatnarkoba Polres Klaten, AKP Mulyanto, Rabu (17/02/2021).

Lebih lanjut disampaikan, saat ini keempat tersangka sudah diamankan di Mapolres Klaten beserta barang buktinya. Selain pengedar, keempat tersangka juga merupakan pemakai sabu- sabu. Disisi liain, polisi juga masih memburu PY yang berperan sebagai pemasok sabu- sabu. 

Para tersangka dijerat Pasal 114 ayat (2) Sub Pasal 112 ayat (2) UU No. 35/2009 tentang Narkoba dengan ancaman hukuman minimal enam tahun penjara dan maksimal 20 tahun penjara. Di samping itu, juga dikenai denda Rp 10 miliar ditambah sepertiga.

Untuk PY masih dalam penyelidikan lebih lanjut. Kita dalami lagi sejauh mana perannya, imbuh dia.

Sementara itu Kapolres Klaten, AKBP Edy Suranta Sitepu mengungkapkan total barang bukti yang disita dari jaringan tersebut mencapai seberat 36,18 gram. Pihaknya mengaku pengungkapan kasus narkoba ini menjadi yang terbesar di Jawa Tengah sejak awal 2021. 

Iya (yang terbesar). Tapi ini juga menjadi perhatian kita bahwa di Klaten masih ada peredaran sabu. Maka kami harap masyarakat ikut membantu menyampaikan informasi, pungkasnya.