Kejaksaan Selidiki Dugaan Korupsi Pengadaan Buku Matur Jujur
Hukum & Kriminal

Kejaksaan Selidiki Dugaan Korupsi Pengadaan Buku Matur Jujur

Klaten,(klaten.sorot.co)--Kejaksaan Negeri (Kejari) Klaten mulai melakukan penyelidikan dugaan kasus korupsi penggunaan bantuan dana operasional sekolah (BOS) 2019 untuk pengadaan buku Matur Jujur oleh Dinas Pendidikan. Setelah masuk tahap penyelidikan, Kejari segera memanggil pihak- pihak terkait.

Hal itu dibenarkan Kasi Tindak Pidana Khusus Kejari Klaten, Ginanjar Damar Pamenang. Dikatakan, tahap penyelidikan dimulai setelah dilakukan pelimpahan berkas pengumpulan data dan bahan keterangan dari Seksi Intelijen kepada Seksi Tindak Pidana Khusus pada, Selasa (16/02) lalu.

Benar. Kami tengah melakukan penyelidikan dugaan tindak pidana korupsi penggunaan dana BOS untuk pembelian Buku Matur Jujur, ujarnya, Kamis (18/02/2021).

Lebih lanjut dikatakan, kasus dugaan korupsi dana BOS 2019 untuk pengadaan buku Matur Jujur ini diduga ada unsur kerugian negara dan penyalahgunaan wewenang. Dari tahap penyelidikan ini, Seksi Tindak Pidana Khusus segera melakukan memanggil terhadap pihak- pihak terkait. 

Kita segera panggil pihak- pihak terkait untuk menemukan peristiwa hukum kasus ini. Ini masih penyelidikan, imbuhnya.

Informasi yang dihimpun, kasus ini bermula dari adanya laporan masyarakat pada 2020 lalu. Semula, saat peluncuran Buku Matur Jujur digaungkan secara gratis untuk SD dan SMP. Setelah buku beredar, timbul gejolak dari masyarakat karena ada arahan untuk membayar buku itu.

Harga satu Buku Matur Jujur senilai Rp 11.000. Namun setiap siswa diminta membayar dengan harga variatif tergantung masing- masing sekolah. Sebagian siswa ada yang membayar separuh harga, sedangkan sisa kekurangannya disubsidi menggunakan dana BOS sekolah.

Berdasarkan pantauan di halaman Kantor Kejari Klaten, belasan karangan bunga mulai berdatangan. Karangan bunga itu berasal dari sejumlah wali murid, forum peduli pendidikan dan lainnya sebagai bentuk apresiasi dan dukungan kepada Kejari Klaten yang mulai mengusut kasus ini.

Karangan bunga ini datang pagi tadi. Kami juga tidak tahu dari mana. Yang jelas ada atau tidaknya karangan ini, kami akan tetap obyektif. Tapi kami juga mengapreasi masyarakat, pungkasnya.