Amblesnya Sumur di Karanganom Diduga Struktur Dinding Tak Stabil
Peristiwa

Amblesnya Sumur di Karanganom Diduga Struktur Dinding Tak Stabil

Karanganom,(klaten.sorot.co)--Fenomena amblesnya belasan sumur di Desa Jungkare, Kecamatan Karanganom diduga karena struktur dinding tak stabil. Ketidakstabilan tersebut dipicu oleh penjenuhan material penyusun dinding sumur oleh naiknya muka air tanah.

Hal itu disampaikan oleh pakar geologi kebencanaan, Eko Teguh Paripurno. Menurut Eko, fenomena di Desa Jungkare mirip dengan amblesnya ratusan sumur di Kediri beberapa tahun lalu. Dari hasil penelitian, hal itu terjadi karena terjadi runtuhnya dinding pada sumur.

Jadi memang mirip. Dari hasil penelitian secara umum menyimpulkan bahwa amblesan sumur terjadi karena runtuhnya dinding sumur karena ketidakstabilan dinding sumur, ujar dia, Jumat (19/02/2021).

Disampaikan, ketidakstabilan ini terjadi akibat ada penjenuhan material penyusun dinding sumur oleh naiknya muka air tanah. Sehingga, penambahan air berlebih itu meyebabkan ketangguhan dinding hilang. Apalagi kontruksi bangunan permanen tidak utuh sampai dasar. 

Dalam fenomena di Kediri, pola amblesan sumur cenderung berbeda tergantung tatanan geologi. Pola amblesan secara lebih rinci tergantung dari kedalaman akifer, struktur mulut sumur, struktur perlapisan endapan penyusun, serta besaran perubahan muka air tanah.

Dinding sumur itu kan biasanya tidak sampai bawah. Sehingga yang bawah itu membentuk rongga, maka dinding yang atas amblas. Itu bisa saja terjadi, imbuhnya.

Sembari dilakukan penelitian di lokasi, pihaknya merekomendasikan kepada warga agar melakukan pengurukan dan pemadatan sumur yang ambles. Kemudian memperkuat kestabilan dinding sumur dengan membuat pasangan bata atau buis beton pada seluruh dinding sumur.

Kami akan coba teliti pada kedalaman berapa yang kondisi tanahnya tidak stabil dan berapa tebalnya. Untuk saat ini, rekomendasi sementara adalah diurug dulu, pungkasnya.

Kepala Desa Jungkare, Wakhid Muhsin mengatakan sampai saat ini ada 14 sumur yang rusak. Dari jumlah itu, sembilan sumur ambles dan sisanya bergejala terancam ambles. Sumur yang ambles sudah diurug menggunakan tanah, dan diberi garia polosi agar aman.