Cerita Tetangga dan Mertua Pasca Satu Warga Ceper Ditangkap Densus 88
Peristiwa

Cerita Tetangga dan Mertua Pasca Satu Warga Ceper Ditangkap Densus 88

Ceper,(klaten.sorot.co)--Laki- laki berinisial SH (49) warga Desa Cetan, Kecamatan Ceper yang ditangkap Tim Densus 88 Mabes Polri, Jumat (02/04/2021) dikenal biasa dan sering berbaur dengan masyarakat sekitar. Bahkan, penangkapan itu juga membuat masyarakat terkejut.

Salah satu tetangga SH yang enggan disebutkan namanya mengaku saban hari SH dikenal cukup baik seperti warga biasa. SH juga aktif berkegiatan di Masjid setempat dan terkadang kerap mengikuti kegiatan ronda malam di pos kamling yang tak jauh dari rumahnya.

Ya biasa aja sih kesehariannya. Aktif di Masjid, kadang juga ngisi pengajian. Tapi kalau ajarannya bagaimana saya juga kurang tahu karena jarang ikut, urai dia saat ditemui, Jumat malam.

Hal serupa juga disampaikan Ketua RT 03 Desa Cetan, Ambar Suseno. Dirinya mengaku terakhir kali bertemu dengan SH pada, Kamis (01/04) malam. Namun keesokan harinya, ia mendapat kabar bahwa SH ditangkap Densus 88. Kemudian Jumat petang dilakukan penggeledahan. 

Ambar Suseno menyampaikan, SH bukan warga kelahiran Desa Cetan. SH berasal dari Karanganom, dan mulai berdomisili di Desa Cetan usai menikah dengan istrinya. SH dikaruniai dua orang anak. Saban hari SH diketahui berprofesi sebagai makelar kendaraan. 

Saya juga kenal, dan biasa saja sih. Ya tadi sempat kaget begitu ada penggeledahan di rumahnya. Warga disini juga kaget, dan bingung kira- kira ada kaitan dengan kasus apa, imbuhnya.

Disisi lain, mertua SH, Sogiman menceritakan saat ini menantunya dibawa polisi. Dirinya tak tahu menahu penyebab SH ditangkap hingga rumahnya digeledah polisi. Meski banyak polisi yang datang, namun Sogiman tak kaget karena sebelumnya sudah mendapat kabar dari cucunya.

Penggeledahan itu berlangsung sekitar 1 jam.  Polisi berseragam lengkap sambil membawa senjata bersiaga di beberapa akses jalan kampung. Selama penggeledahan, tokoh masyarakat juga ikut masuk menyaksikan untuk menjadi saksi. Termasuk pihak keluarga SH.

Tadi polisi memeriksa rumah, masuk kamar juga. Ada barang yang dibawa yaitu buku, uang, HP. Kalau saya sih tidak kaget, karena tadi sudah diberi tahu kalau akan ada polisi datang, pungkasnya.