Jelang Padusan, Gugus Tugas Diminta Awasi Obyek Wisata Air Klaten
Wisata

Jelang Padusan, Gugus Tugas Diminta Awasi Obyek Wisata Air Klaten

Klaten,(klaten.sorot.co)--Pemkab Klaten akan memperketat pengawasan obyek wisata air menjelang tradisi padusan menyambut bulan Ramadhan. Meski dibolehkan buka, namun obyek wisata wajib menerapkan protokol kesehatan termasuk membatasi jumlah pengunjung.

Bupati Klaten, Sri Mulyani mengatakan semua obyek wisata diperbolehkan buka menjelang bulan Ramadhan. Namun pengelola obyek wisata dilarang menggelar acara atau rangkaian tradisi padusan yang mengundang banyak kerumunan seperti tahun- tahun sebelumnya.

Setiap tahun, biasanya obyek wisata air selalu membludak ketika menjelang Ramadhan. Para pengunjung memanfaatkan obyek wisata air sebagai sarana menyucikan diri. Bahkan kerap kali pengelola wisata air menyediakan beragam hiburan dan kegiatan guna menarik pengunjung.

Nanti saat padusan memang boleh buka, tapi harus tertib. Jangan sampai pengunjungnya membludak, kata Mulyani, Rabu (07/04/2021).

Sesuai dengan Surat Edaran (SE) Bupati Klaten No. 443.5/065 tentang PPKM Mikro, pengunjung obyek wisata dibatasi maksimal 25 persen dari kapasitas. Selain itu jam operasional juga dibatasi sampai dengan pukul 15.00 WIB, dan dilarang menampilkan hiburan. 

Mulyani mengungkapkan guna memastikan penerapan protokol kesehatan di obyek wiata, pihaknya akan memperketat pengawasan. Nantinya selain dari tim Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Klaten, pengawasb juga dibantu oleh tim Satgas di wilayah.

Kan di RT, RW, dan desa itu ada Gugus Tugasnya. Nah itu nanti yang ikut mengawasi. Saya yakin semua bisa bekerja maksimal dan baik. Kita harus sama- sama mengingatkan, pungkasnya.

Sementara itu Kades Nganjat, Kecamatan Polanharjo, Pandu Sujatmoko mengatakan obyek wisata air di desanya akan buka menjelang Ramadhan. Sebab selama ini momentum padusan dianggap menjadi salah satu pemasukan terbesar bagi obyek wisata air. 

Kapasitas kami 1.000 orang. Tapi nanti akan mengikuti dari pemerintah yakni membatasi pengujung. Kita buka karena untuk pemulihan ekonomi masyarakat, kata Pandu.