Gegara Salah Paham, Dua Pria Kalungi Celurit ke Tetangganya
Hukum & Kriminal

Gegara Salah Paham, Dua Pria Kalungi Celurit ke Tetangganya

Klaten,(klaten.sorot.co)--Seorang warga Dukuh Bendo, Desa Bendo, Kecamatan Pedan menjadi korban pengeroyokan dua orang. Selain mengalami luka lantaran dipukuli, korban juga sempat dikalungi celurit oleh pelaku yang saat itu kondisinya dalam pengaruh minuman keras (miras).

Aksi pengeroyokan terjadi, Senin (09/05/2022) di rumah korban di Dukuh Bendo, Desa Bendo, Kecamatan Pedan. Awalnya, kedua pelaku yakni MS (40) warga Kabupaten Boyolali bersama RD (38) warga Dukuh Bendo, Desa Bendo, Kecamatan Pedan mendatangi rumah korban, HS (26).

Kedua pelaku sempat cekcok dengan korban, salah satu pelaku yakni RD membawa celurit dan langsung dikalungkan ke leher korban. Disaat yang sama, pelaku MS memukul dengan tangan kosong. Korban kemudian berusaha menghindar yang membuat lehernya tersayat celurit.

"Dua pelaku ini datang ke rumah korban untuk klarifikasi, namun karena dipengaruhi alkohol sehingga melakukan kekerasan. Antara pelaku dan korban ini tinggal di satu RT," ujar KBO Satreskrim Polres Klaten, Iptu Eko Pujianto, Selasa (17/05/2022).

Lebih lanjut disampaikan, aksi pengeroyokan itu dipicu kesalahpahaman antara pelaku dengan korban. Lantaran korban mengalami luka, warga yang melihat kejadian itu langsung melaporkan ke aparat polisi. Kedua pelaku selanjutnya dibawa ke Polres Klaten gana pemeriksaan lebih lanjut. 

"Ada kesalahpahaman antara pelaku dengan korban. Pelaku merasa kalau sempat diancam oleh korban," imbuhnya.

Atas perbuatannya kini kedua pelaku ditahan di Polres Klaten. Dijerat pasal berlapis yakni Pasal 170 KUHP atau 351 KUHP tentang Pengeroyokan atau Penganiayaan ancaman hukuman 5 tahun penjara dan UU Darurat RI No.12/1951 ancaman hukuman 10 tahun penjara.

Sementara itu salah satu pelaku pengeroyokan, RD mengaku nekat melakukan aksi tersebut karena sebelumnya sudah diancam oleh korban. Disinggung mengenai alasan membawa celurit, RD mengaku sebetulnya hanya untuk berjaga- jaga karena mengira korban juga membawa senjata tajam.

"Saya sebelumnya diancam. Kalau masalahnya apa saya kurang tahu, tidak ada dendam juga," pungkasnya.