Segarnya Air Sendang di Dasar Jurang Kampung Girpasang
Peristiwa

Segarnya Air Sendang di Dasar Jurang Kampung Girpasang

Kemalang,(klaten.sorot.co)--Jauh sebelum ada jembatan gantung dan gondala, warga Dukuh Girpasang, Kecamatan Kemalang mengandalkan jalan setapak di tepi jurang untuk keluar- masuk perkampungan. Jalan setapak itu terdiri dari anak tangga yang hanya bisa dilewati dengan jalan kaki.

Butuh waktu sekitar 35-40 menit untuk sampai di Dukuh Girpasang dengan melewati jalan setapak. Ribuan anak tangga tersusun di tepi hingga dasar jurang. Pemandangan sepanjang perjalanan dimanjakan dengan rimbunnya pepohonan yang berlatar belakang Gunung Merapi.

Meski perjalanannya cukup menguras tenaga, tapi warga setempat sudah terbiasa dengan hal itu. Rasa lelah dalam perjalanan menuruni jurang terobati dengan adanya sendang atau sumber mata air yang ada di dasar jurang, warga setempat biasa menyebutnya dengan Sendang Kali Pakis.

Sendang itu letaknya tepat di dasar jurang, dekat dengan anak tangga. Meski ukurannya kecil dan berada dibawah bebatuan, tapi airnya sangat jernih dan dipercaya tidak pernah kering meski musim kemarau. Selain untuk cuci muka, air sendang juga bisa diminum langsung mengobati lelah.

Sampai sekarang sendangnya masih dijaga dengan baik. Dulu sebelum ada saluran air ke kesini (Girpasang), kita manfaatkan air sendang untuk kebutuhan sehari- hari, ujar warga sekitar, Gino (37), Minggu (22/05/2022).

Selain untuk kebutuhan rumah tangga, air sendang itu dahulu kala juga dipercaya bisa membuat awet muda dan mudah mendapatkan jodoh. Sendang itu dahulu sering dijumpai masyarakat yang berkunjung ke Girpasang lewat jalan setapak, sebelum ada jembatan gantung dan gondala. 

Untuk merawatnya kita masih rutin menggelar tradisi. Ya memang sekarang sudah jarang dilewati karena kebanyakan pengunjung lewat jembatan gantung, tapi bagi warga sini itu masih dijaga dengan baik, jelasnya.

Seperti yang diketahui, Gipasang dulunya adalah perkampungan di lereng Gunung Merapi yang terisolasi. Sebab lokasinya diapit jurang dan dibalik pegunungan. Sebelum pemerintah membangun jembatan gantung, satunya- satunya akses jalan kala itu hanya anak tangga di tepi jurang.

Saya dulu pernah kesini, tapi belum ada jembatan, jadi memang satu-satunya akses ya anak tangga. Dulu pengunjung tidak banyak, sekarang sudah membludak, karena ada potensi baru yaitu jembatan gantung, kata salah satu pengunjung, Ali (27).