Perhatian, Pasar Hewan Klaten Ditutup Gegara Wabah PMK
Peristiwa

Perhatian, Pasar Hewan Klaten Ditutup Gegara Wabah PMK

Klaten,(klaten.sorot.co)--Pasar- pasar hewan di Kabupaten Klaten ditutup selama 14 hari mulai, Rabu (25/05/2022). Penutupan itu dilakukan Pemkab Klaten guna memutus penularan wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak menyusul semakin banyaknya jumlah ternak yang dinyatakan suspek PMK.

Penutupan pasar hewan tertuang dalam Surat Edaran (SE) No.524/283/26 tentang penutupan sementara pasar hewan se- Klaten tertanggal 24 Mei 2022. Dalam SE yang ditanda tangani Bupati Klaten, Sri Mulyani itu tertera segala transaksi jual beli hewan ternak kambing dan sapi di pasar ditutup hingga, Selasa (07/05/2022).

Sedikitnya ada enam pasar hewan yang ditutup sementara, antara lain pasar hewan Jatinom, pasar hewan Prambanan, pasar hewan Wedi, pasar hewan Pedan, pasar hewan Cawas, dan pasar hewan Plembon Klaten Utara. Keenam pasar itu rutin menjual hewan ternak rata- rata setiap sepekan sekali.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Klaten, Widiyanti mengatakan penutupan sementara pasar hewan ini dilakukan atas dasar upaya pengendalian PMK. Sebab dari hasil identifikasi dan investigasi lapangan, sebagian besar kasus PMK bersumber dari pembelian ternak di pasar hewan.

"Tahapan pengendalian PMK itu pertama mencari sumber infeksi, kemudian pengendalian penyebaran, pengobatan dan vaksinasi. Saat kita mencari sumber infeksi, dari kasus yang ada, ternyata rata- rata bersumber dari pembelian ternak di pasar hewan," ujarnya, Selasa malam.

Sehingga, lanjut Widiyanti, Pemkab Klaten mengambil langkah cepat supaya wabah PMK tidak terjadi penularan yang lebih luas terutama di pasar- pasar hewan. Pihaknya memastikan kebijakan penutupan pasar hewan hanya bersifat sementara dan setelah itu dilakukan evaluasi untuk penentuan selanjutnya. 

"Sekarang kasusnya yang positif enam ekor sapi, yang suspek ada 63 ekor sapi. Jadi yang suspek ini menunjukkan gejala klinis mengarah ke PMK, tapi hasil lab nya belum ada. Rata- rata itu dari transaksi pasar hewan," imbuhnya.

Pihaknya berharap langkah yang diambil ini bisa berdampak baik untuk kondisi hewan ternak, apalagi sebentar lagi mendekati Hari Raya Idul Adha. Sehingga, diharapkan kasus PMK di Klaten segera melandai dan pasar hewan kembali buka sebelum Hari Raya Idul Adha yang biasa diisi dengan hewan kurban.

"Mudah- mudahan kalau penyebaran PMK turun, maka ternak yang terinfeksi juga semakin rendah sehingga harapannya Klaten bisa menyediakan ternak untuk kurban," pungkas dia.