Penjual Senpi Ilegal Terciduk di Klaten, Sempat Ngaku Anggota TNI
Hukum & Kriminal

Penjual Senpi Ilegal Terciduk di Klaten, Sempat Ngaku Anggota TNI

Klaten,(klaten.sorot.co)--Deni Setiawan (33), warga Desa Gentan, Kecamatan Baki, Sukoharjo ditangkap Satreskrim Polres Klaten lantaran ketahuan menjual senjata api (senpi) ilegal lewat media sosial Facebook. Saat ditangkap, pelaku sempat mengaku sebagai anggota TNI untuk mengelabuhi aparat polisi.

Kapolres Klaten AKBP Eko Prasetyo mengatakan pelaku ditangkap di jalan timur Stadion Trikoyo, Kecamatan Klaten Selatan, Jumat (20/05/2022). Penangkapan itu berdasarkan hasil patroli cyber oleh Tim Resmob Polres Klaten yang menemukan adanya postingan penjulan senpi ilegal di media sosial.

"Awalnya Tim Resmob mengadakan patroli cyber, ternyata ada postingan penjualan senpi ilegal rakitan. Dari postingan itu lalu kita tindak lanjuti dan kita amankan di Klaten," ujarnya, Rabu (25/05/2022).

Pada saat diamankan, lanjut Eko, pelaku sempat mengaku sebagai anggota TNI AD. Pelaku juga memakai pakaian training mirip dengan milik TNI AD. Polres Klaten selanjutnya berkoordinasi dengan Kodim 0723/ Klaten. Hasilnya dipastikan pelaku bukan merupakan anggota TNI AD alias hanya TNI gadungan.  

"Saya langsung koordinasi dengan Pak Dandim, Alhamdulillah kita jalan bareng dengan Tim Intel Kodim. Ternyata yang bersangkutan bukan anggota TNI," imbuhnya.

Dari hasil pemeriksaan, senpi ilegal itu sebetulnya adalah senjata rakitan airsoft gun yang dimodifikasi agar bisa diisi dengan peluru tajam. Rencananya senpi ilegal itu akan dijual seharga Rp10 juta lengkap dengan pelurunya sebanyak 42 butir standar pabrik caliber 9 mm dan 38 mm.

Atas perbuatannya, pelaku kini mendekam dibalik jeruji besi Polres Klaten. Pelaku dijerat Pasal 1 Undang- undang Darurat RI No.12 Tahun 1951 tentang penjualan senpi ilegal dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup atau hukuman penjara sementara setinggi- tingginya selama 20 tahun.

"Barang bukti yang kita amankan dari tersangka ada senpi 1 pucuk rakitan jenis revolver, 42 munisi tajam standar pabrik, 1 buah silinder revolver dengan 6 ruang peluru terbuat dari metal warna crome," jelasnya.

Sementara itu pelaku penjualan senpi ilegal, Deni Setiawan sempat mengaku sebagai anggota TNI dengan asalan supaya bisa lolos dari penangkapan polisi. Senpi rakitan itu awalnya airsoft gun kemudian dimodifikasi dan pernah diujicoba di belakang rumah dengan peluru tajam.

"Pikir saya kalau ngaku TNI bisa lolos, saya menyesal. Senpi itu awalnya mau saya jual di FB, saya rakit sendiri modalnya Rp6 juta, lalu mau saya jual Rp10 juta," pungkasnya.