Semua Pasar Hewan Klaten Ditutup, Bakul Sapi Kecewa
Peristiwa

Semua Pasar Hewan Klaten Ditutup, Bakul Sapi Kecewa

Jatinom,(klaten.sorot.co)-- Sejumlah bakul sapi di Kabupaten Klaten merasa kecewa menyusul adanya kebijakan penutupan pasar hewan selama 14 hari mulai 25 Mei - 07 Juni 2022 mendatang. Para bakul sapi merasa dirugikan karena kebijakan itu diambil menjelang Hari Raya Idul Adha.

Berdasarkan pantauan di pasar hewan Jatinom, Rabu (25/05/2022), kondisi pasar ditutup oleh petugas dengan diberi papan pengumuman penutupan pasar mulai 25 Mei - 07 Juni 2022. Para bakul dan blantik sapi yang terlanjur datang ke pasar tidak bisa masuk dan diminta kembali ke tempat masing- masing.

Salah satu bakul sapi, Wawan (55) mengaku kecewa dengan kebijakan yang diambil Pemkab Klaten. Sebab para bakul dan blantik sapi tidak bisa melakukan transaksi jual beli sapi di pasar mendekati Hari Raya Idul Adha. Padahal dirinya membawa lima ekor sapi dengan harapan bisa laku semua.

"Pedagang kecewa, wong tidak bisa transaksi. Sapi sing diopeni kudune bisa dijual supaya segara jadi uang, ini malah tidak bisa jualan. Padahal ragat perawatan mahal," ujarnya.

Dirinya mengaku merasa dirugikan dengan kebijakan yang diambil Pemkab Klaten. Dampak dari penutupan pasar hewan ini dirinya merugi sekitar Rp 2,5 juta. Apalagi mendekati moment Hari Raya Idul Adha yang biasa dimanfaatkan oleh pedagang untuk menjual sebagian besar hewan ternaknya.  

"Saya kan bawa lima ekor, katakanlah per ekor untung Rp500 ribu, jadi kalau ditotal ya rugi Rp2,5 juta. Jadi sangat merugikan," kata dia.

Menurutnya, Pemkab Klaten terlalu berlebihan menanggapi kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) dengan penutup pasar hewan. Sebab sebetulnya penyakit dengan gejala serupa sudah merupakan hal biasa bagi peternak maupun pedagang sapi, dan biasanya penyakit itu bisa diatasi dengan cepat.

"Penyakit seperti ini kalau coro wong disek kan sakit gomen. Sudah ada sejak lama, dan sama sekali tidak khawatir, itu penyakit lama," kata dia.

Sebelumnya, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Klaten, Widiyanti mengatakan penutupan sementara pasar hewan dilakukan atas dasar upaya pengendalian PMK. Sebab dari hasil identifikasi, sebagian besar kasus PMK bersumber dari pembelian ternak di pasar hewan.

"Tahapan pengendalian PMK itu pertama mencari sumber infeksi, kemudian pengendalian penyebaran, pengobatan dan vaksinasi. Saat kita mencari sumber infeksi, dari kasus yang ada, ternyata rata- rata bersumber dari pembelian ternak di pasar hewan," kata dia.

Oleh sebab itu, Pemkab Klaten mengambil kebijakan penutupan sementara pasar hewan selama 14 hari. Sejauh ini berdasarkan data dari DKPP Klaten, jumlah sapi yang terkonfirmasi PMK sebanyak 6 ekor, kemudian 63 ekor sapi dinyatakan suspek dengan gajala yang mengarah ke PMK.

"Mudah- mudahan kalau penyebaran PMK turun, maka ternak yang terinfeksi juga semakin rendah sehingga harapannya Klaten bisa menyediakan ternak untuk kurban," pungkasnya.