Polisi Bongkar Peredaran Sabu di Pedan, Sita 329 Gram Sabu
Hukum & Kriminal

Polisi Bongkar Peredaran Sabu di Pedan, Sita 329 Gram Sabu

Klaten,(klaten.sorot.co)--Polres Klaten membongkar peredaran narkoba jenis sabu di Dukuh Sawahan, Desa Troketon, Kecamatan Pedan. Dalam pengungkapan kasus ini, secara bergantian polisi berhasil menangkap tiga tersangka dengan total barang bukti sabu seberat 329,22 gram. 

Ketiga tersangka itu RT (32) warga Dukuh Sawahan, Desa Troketan, Kecamatan Pedan, DC (38) warga Dukuh Keron, Desa Troketon, Kecamatan Pedan dan satu lagi yakni RY (27) warga Mojosongo, Boyolali. Ketiganya ditangkap bergantian pada Minggu (15/05/2022) dan Senin (16/05/2022). 

Kasatnarkoba Polres Klaten, AKP Mulyanto mengatakan ketiga tersangka itu berbagi peran dalam mengedarkan sabu. Tersangka RT berperan menjual, sedangkan tersangka DC yang membantu menimbang dan membungkus sabu, dan tersangka RY berperan sebagai kurir pemasok sabu. 

Awalnya kita menangkap RY, kemudian kita kembangkan dan RY ini bersama DC. Setelah kita dalami, mereka mendapat barang dari Jakarta. Nah barang dari Jakarta itu dibawa diantar oleh RY, ujarnya, Rabu (25/05/2022). 

Pihaknya mengungkapkan dari tiga tersangka itu polisi mengamankan barang bukti sabu seberat 329,22 gram. Rencananya sabu- sabu itu akan dijual secara ecaran di wilayah Klaten. Sabu itu didapat dari Jakarta, namun sampai saat ini polisi masih memburu penjual atau pemasok sabu di Jakarta.  

Atas perbuatannya, ketiga tersangka dijerat Pasal 114 UU RI No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara minimal 6 tahun dan maksimal 20 tahun dan denda Rp10 miliar. Saat ini ketiga tersangka dimankan di Polres Klaten untuk pemeriksaan lebih lanjut. 

Karena barang bukti yang kita sita diatas 5 gram, maka ancaman hukumannya minimal 6 tahun. Ini masih kita dalami lebih lanjut untuk memburu penjual di Jakarta, imbuhnya. 

Sementara itu salah satu tersangka, RT alias K mengaku disuruh menjual sabu- sabu oleh seseorang yang ada di Jakarta dengan cara dipasok sabu oleh orang teraebut. RT mengaku terpaksa menjual sabu karena membutuhkan uang untuk mencukupi kebutuhan sehari- hari dan keluarganya. 

Saya hanya disuruh dari Jakarta. Orang sana, hanya komunikasi lewat telpon. Saya mau karena butuh uang, singkatnya.