Sudah Diputuskan, Pengisian Perangkat Desa Kurung Ceper Tetap Lanjut
Pemerintahan

Sudah Diputuskan, Pengisian Perangkat Desa Kurung Ceper Tetap Lanjut

Klaten,(klaten.sorot.co)--Tahapan pengisian perangkat desa di Desa Kurung, Kecamatan Ceper menemui titik terang. Pemkab Klaten memutuskan tahapan tetap berlanjut meski Kades Kurung, Mujiyoto meninggal dunia pada sehari setalah pendaftaran calon perangkat desa bergulir.

Sebelumnya, pengisian perangkat desa di Desa Kurung terancam ditunda setelah kades definitif meninggal dunia, Sabtu (06/08/2022). Tahapan penjaringan di Desa Kurung sudah dilalui, total ada 41 pelamar. Ada dua lowongan yang dibuka yakni Kaur Umum dan Perencanaan serta Kasi Pemerintahan.

Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Klaten, Jajang Prihono mengatakan tahapan pengisian perangkat desa di Kurung tetap jalan. Hal itu diputuskan berdasarkan hasil kajian dan koordinasi yang dilakukan oleh panitia pengisian perangkat desa tingkat kabupaten bersama pihak lain.

"Untuk yang di Kurung prosesnya tetap jalan meski kadesnya meninggal dunia. Karena ini kan berkaitan dengan nasib banyak orang," ujarnya, Jumat (12/08/2022).

Pihaknya mengaku ada sejumlah pertimbangan Pemkab Klaten melanjutkan tahapan pengisian perangkat desa di Kurung, antara lain meninggal dunianya Kades Kurung terjadi saat proses pengisian sudah berjalan, kemudian sudah ada pembentukan TP3D melalui surat keputusan kades. 

"Disana kan sudah ada penetapan SK TP3D, dan pendaftaran juga sudah berjalan. Sudah ada yang mendaftar," imbuhnya.

Terkait tahapan ujian asesmen sosial kultural atau tes wawancara yang mengharuskan melibatkan kades, Jajang mengaku nantinya khusus di Kurung hanya dilakukan oleh tim penguji dari perguruan tinggi. Jajang menilai hal itu justru akan lebih transparan dalam proses tahapannya.

Sementara itu Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Klaten, Jaka Purwanto menjelaskan sudah dilakukan kajian dari sisi hukum. Kondisi di Kurung bisa berlanjut karena kekosongan kades difinitif terjadi ditengah tahapan pengisian perangkat desa bergulir.

"Berdasarkan analisis dari sisi hukum, di Kurung tetap bisa lanjut. Nanti masih bisa dicarikan solusi lagi," pungkasnya.