40 Warga Disabilitas Klaten Ikuti Pelatihan Literasi Digital
Peristiwa

40 Warga Disabilitas Klaten Ikuti Pelatihan Literasi Digital

Klaten,(klaten.sorot.co)--Sebanyak 40 warga penyandang disabilitas di Klaten mengikuti pelatihan literasi digital di Balai Latihan Kerja, Minggu (14/08/2022) malam. Mereka diberi beragam materi terkait pemanfaatan media sosial untuk promosi produk atau usaha yang dikembangkan.

Acara yang digagas Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Nahdlatul Ulama itu dihadari Sub Kordinator Layanan Informasi dan Statistik Dinas Komunikasi dan Informatika Klaten, Joko Priyono. Tema yang diangkat adalah Berkah Bermedia Sosial.

Peserta berasal dari berbagai wilayah mulai dari Kecamatan Juwiring, Trucuk, Kemalang, Wedi dan Klaten Kota. Jenis penyakit yang diderita juga beragam mulai dari tuna netra, tuna rungu, tuna wicara dan tuna grahita dengan kelompok umur dari yang remaja sampai sudah memiliki rumah tangga.

"Teman-teman disabilitas itu sesungguhnya ingin mandiri. Hanya saja mereka sering terbentur soal promosi dan publikasi dalam menjalankan usahanya," ujar ketua panitia, Toha.

Dirinya mengatakan selain pelatihan media sosial, penyandang disabilitas juga dibantu cara- cara mengembangkan usaha yang mereka rintis. Toha menambahkan penyandang disabilitas yang merupakan binaan NU selalu bertambah setiap tahunnya. Sebagin besar mereka sudah memiliki usaha. 

Sementara itu salah satu peserta warga Desa Sidorejo, Kecamatan Kemalang, Purnomo (35) mengaku sudah hampir dua tahun ini tidak bekerja karena terdampak Covid-19. Semua usahanya dalam melamar pekerjaan di berbagai perusahaan dan instansi lain juga masih belum ada kepasitian.

"Saya mengajukan lamaran pekerjaan untuk beberapa perusahaan. Tapi hasilnya masih nihil. Saya berharap pemerintah bisa membantu solusi yang baik bagaimana," kata dia.

Sub Kordinator Layanan Informasi dan Statistik Dinas Komunikasi dan Informatika Klaten, Joko Priyono menjelaskan literasi digital menjadikan warga pandai merumuskan, memanfaatkan dan mengakses informasi. Pihaknya memastikan akan mendampingi usaha yang dikembangkan masyarakat.

"Pemerintah mempunyai media yang terpercaya. Berita pemberdayaan, tema potensi masyarakat itu sangat menarik. Kita punya website, radio dan medsos. Promosi produk dari masyarakat bisa kita kemas menarik," pungkasnya.