Serunya Lomba Panjat Pinang di Perairan Rowo Jombor
Peristiwa

Serunya Lomba Panjat Pinang di Perairan Rowo Jombor

Bayat,(klaten.sorot.co)--Sejumlah masyarakat di Desa Krakitan, Kecamatan Bayat memiliki cara tersendiri dalam memeriahkan HUT ke-77 Kemerdekaan Indonesia, Senin (15/08/2022). Puluhan masyarakat rela nyemplung ke perairan Rowo Jombor untuk mengikuti perlombaan panjat pinang.

Ada belasan tim yang ikut serta dalam lomba itu, masing- masing tim beranggotakan empat orang. Dalam tim itu, mayoritas dari kalangan anak muda dan ada juga orang tua. Lokasi panjat pinang berada di Rowo Jombor sisi utara yang dekat dengan akses jalan menuju perairan dan kuliner.

Ketinggian bambu yang dipanjat kurang lebih 6 meter, sementara kedalaman air sekitar 1 meter atau setara dengan tinggi dada orang dewasa. Hadiah yang diperebutkan dalam lomba panjat pinang ini juga beragam mulai dari uang tunai, minuman, makanan, hingga hadiah utama sepeda motor.

"Ini baru pertama kali dilaksanakan di rowo, kalau dulu-dulu di daratan. Kebetulan posisi rowo sedang surut, jadi kedalamannya tidak terlalu bahaya," ujar Kades Krakitan, Nurdin, Senin sore.

Lebih lanjut disampaikan, perlombaan panjat pinang ini merupakan inisiatif para pemuda di desa setempat dalam rangka memeriahkan HUT ke-77 Kemerdekaan Indonesia. Lewat lomba ini, mereka ingin mengusung semangat perjuangan para pahlawan ke dalam kehidupan sehari- hari di lingkungan.  

"Kalau panjat pinang ini kan butuh kekompakan, semangat, dan gotong royong. Jadi semangar pahlawan yang gugur ingin kita contoh dalam bermasyarakat," imbuhnya.

Pihaknya mengaku dipilihnya Rowo Jombor sebagai lokasi panjat pinang karena selama ini sebagian besar perekonomian masyarakat di Desa Krakitan berasal dari rowo. Mereka ada yang usaha kuliner, wisata perahu, pemancingan, nelayan, tukang parkir, jajanan keliling dan usaha lainnya.

Sementara itu salah satu peserta lomba, Adit (32) mengungkapkan panjat pinang di area air ternyata memiliki tingkat kesulitan tersendiri. Sebab, keberadaan air membuat bambu yang sudah dilumuri bambu semakin licin. Meski demikian, tingkat keamanannya lebih terjamin di area air.

"Semoga ini bisa dilaksanakan terus, jadi rowo ini tetap jadi pusat kegiatan masyarakat," pungkasnya