Diduga Ngantuk, Pemotor Tewas Usai Tabrak Median Jalur Yogya - Solo
Peristiwa

Diduga Ngantuk, Pemotor Tewas Usai Tabrak Median Jalur Yogya - Solo

Klaten,(klaten.sorot.co)--Seorang pengendara sepeda motor warga Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, Darma Aswandi (23) meregang nyawa usai menabrak median jalan Yogya-Solo tepatnya Desa Jambu Kulon, Kecamatan Ceper pada, Kamis (31/01/2019). Diduga, pemotor mengantuk saat berkendara.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kecelakaan lalu lintas tersebut terjadi sekitar pukul 03.30 WIB. Bermula saat, Darma yang mengendarai sepeda motornya Vario AB 4303 EA melaju dari arah Solo menuju Klaten. Saat berkendara, Darma diketahui berjalan dengan kecepatan sedang melalui sisi kanan.

Awalnya berjalan dari Solo melalui sisi kanan. Tapi setibanya di lokasi tepatnya di dekat Terminal Penggung tiba-tiba sepeda motor oleng ke kanan,” kata Kanit Laka Satlantas Polres Klaten, Ipda Panut Haryono, Kamis siang.

Lantaran oleng ke kanan, sepeda motor Darma kemudian hilang kendali hingga akhirnya menabrak median pemisah jalur. Laju sepeda motor baru terhenti setelah menabrak pohon yang ada di atas median jalan. Atas kejadian tersebut, Darma lantas tidak sadarkan diri dengan luka pendarahan di kepala. 

Pada saat kejadian memang masih gelap. Dugaan kami adalah mengantuk saat berkendara hingga mengakibatkan kecelakaan tunggal. Korban luka berat bagian kepala,” imbuhnya.

Mendapati hal itu, Darma kemudian dilarikan ke RSUP Dr Soeradji Tirtonegoro Klaten untuk perawatan medis. Namun nahas, nyawa Darma tidak tertolong dan dikabarkan meninggal dunia sebelum tiba di rumah sakit. Sementara untuk sepeda motornya kini sudah diamankan di Unit Laka Polres Klaten.

Sementara itu, Kepala Instalasi Promosi dan Humas RSUP Dr Soeradji Tirtonegoro Klaten, Sri Wardani saat dikonfirmasi membenarkan peristiwa itu. Korban atas nama Darma mengalami luka berat dan sudah meninggal dunia setibanya di rumah sakit. Saat ini jenazah sudah dibawa oleh keluarga.

Dibawa ke rumah sakit sudah meninggal dunia. Sempat mendapat perawatan dan kemudian dibawa oleh keluarga,” jelasnya.