Pilkades Pucangmiliran Diwarnai Kericuhan, Seorang Anggota TNI Luka-luka
Peristiwa

Pilkades Pucangmiliran Diwarnai Kericuhan, Seorang Anggota TNI Luka-luka

Tulung,(klaten.sorot.co)--Proses penghitungan suara di Desa Pucangmiliran, Kecamatan Tulung, Rabu (13/03) kemarin sempat diwarnai aksi ricuh. Disisi lain, pada Kamis (14/03/2019) sejumlah warga mendatangi kantor kecamatan setempat untuk klarifikasi.

Akibat peristiwa tersebut seorang anggota TNI yang bertugas sebagai Babinsa di Koramil Tulung, Sertu Triyono mengalami luka di bagian dahi. Ia terluka saat mencoba menenangkan puluhan massa yang hendak memaksa masuk ke ruang penghitungan suara.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 16.00 WIB, bermula saat penghitungan suara selesai. Waktu itu pendukung dari tiap cakades berada di luar TPS. Tak berselang lama, salah satu pendukung cakades berusaha masuk lantaran tak terima dengan hasil penghitungan suara.

Mendapati hal itu, dua anggota TNI salah satunya Sertu Triyono bersama polisi dan Linmas langsung menuju pintu masuk ruang penghitungan suara untuk mencegah aksi. Namun massa tetap berusaha masuk, bahkan beberapa dari mereka sempat melempar kursi.

Akibatnya, lemparan kursi sempat mengenai dahi Sertu Triyono. Tak berselang lama, aksi itu bisa diredam oleh aparat hingga akhirnya satu per satu dari massa langsung meninggalkan lokasi. Beruntung tak ada korban lain akibat kejadian itu.

Perkiraan saya hal itu terjadi karena selisih dari penghitungan suara tipis. Sehingga ada beberapa warga yang protes, ujar Camat Tulung, Rohmad Sugiarto, Kamis (14/03/2019).

Ada tiga cakades yang bertarung di Pilkades Pucangmiliran yakni Kabib Mustofa, Ratih Rastika Sari dan Subandiyo. Sedangkan hasil dari penghitungan suara tersebut, Kabib Mustofa meraih 334 suara, Ratih Rastika Sari meraih 279 suara dan Subandiyo meraih 103 suara. 

Atas kejadian itu, Muspika Kecamatan Tulung langsung menggelar koordinasi pada Kamis, (14/03) di kantor kecamatan setempat. Dalam koordinasi itu, hadir pula sejumlah warga dari Desa Pucangmiliran dan Sertu Triyono yang mejadi korban aksi kericuhan.

Hasil dari koordinasi itu, ketiga kotak suara berisi surat suara yang sudah tercoblos disimpan terlebih dahulu di kantor kecamatan. Kondisi kotak suara terkunci dengan gembok dan diberi segel, sementara kunci kotak suara kini disimpan oleh aparat kepolisian.

Untuk protes warga saya minta agar membuat surat dan diberikan ke dinas, tapi tahapan Pilkades tetap berlanjut. Karena itu sesuai aturan, jika ada yang protes maka tetap berlanjut tapi protes dari warga juga ditindaklanjuti, imbuhnya.

Sementara itu, Anggota Koramil Tulung Pelda Safrudin menjelaskan akibat aksi itu pihak TNI tidak akan membuat laporan pengaduan. Sebab meski mendapat luka, namun hal itu adalah bagian dari tugas anggota TNI dalam melaksanakan pengamanan Pilkades.

Itu sudah resiko tugas, jadi tidak perlu membuat laporan. Yang jelas dari kami akan tetap melakukan patroli bersama polisi untuk menjaga kondusifitas pasca Pilkades, pungkasnya.