Momen Syawalan, Mulyani Kunjungi Mantan Bupati Klaten Sri Hartini di Rutan
Pemerintahan

Momen Syawalan, Mulyani Kunjungi Mantan Bupati Klaten Sri Hartini di Rutan

Klaten,(klaten.sorot.co)--Momen Bulan Syawal masih dimanfaatkan oleh masyarakat untuk saling memaafkan dan mempererat silaturahmi. Hal itu juga dilakukan oleh Bupati Klaten, Sri Mulyani, camat, dan sejumlah pimpinan organisasi kepala daerah (OPD) di Pemkab Klaten.

Pada kesempatan itu, Mulyani dan pejabat di Pemkab Klaten meluangkan waktu untuk mengunjungi mantan Bupati Klaten, Sri Hartini di Rutan Kelas I Surakarta pada, Senin (10/06). Silaturahmi dilakukan usai mereka halal bi halal dengan Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo di Semarang.

Iya kemarin besuk Bu Hartini. Kemarin setelah jajaran Pemkab Klaten sowan untuk halal bi halal dengan Pak Gubernur di Semarang, kita lanjutkan dengan silaturahmi dan membesuk Bu Hartini, ujar Bupati Klaten, Sri Mulyani, Rabu (12/06/2019).

Seperti yang diketahui, Mulyani semula mendampingi Hartini sebagai wakil bupati pada periode 2016-2021. Namun belum genap setahun menjabat, di akhir 2016 Hartini justru terseret kasus jual beli jabatan yang diungkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). 

Atas kasus itu, akhirnya Hartini dijatuhi vonis 11 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang pada September 2017. Lantaran kursi bupati kosong, Mulyani lantas diangkat menjadi Bupati Klaten difinitif oleh Gubernur Jatang pada November 2017.

Sebetulnya ini (silaturahmi) rutin dilakukan setiap Lebaran. Nah dan untuk tahun ini kita kesana bersama- sama pimpinan OPD sekalian istri, imbuhnya.

Terkait kondisi Hartini saat ini, ia mengaku Hartini dalam keadaan sehat dan baik. Bahkan Hartini kini justru lebih tenang. Disinggung adanya pesan dari mantan bupati itu, Mulyani membenarkan. Pada kesempatan itu, Hartini berpesan agar Klaten lebih baik lagi.

Sementara itu, salah satu camat yang ikut serta dalam kunjungan itu adalah Camat Tulung, Rochmad Sugiarto. Ia berangkat menuju rutan bersama sejumlah camat lainnya beserta istri masing-masing sekitar pukul 14.00 WIB. Namun setibanya di rutan tak semua camat boleh masuk.

Saya ikut, tapi tidak ikut masuk ke dalam. Karena dibatasi lima orang, justru yang masuk ke dalam salah satunya adalah istri saya. Katanya sekarang beliau sehat dan malah tambah putih, pungkasnya.