Bos Kasus Investasi Bodong Ditetapkan Tersangka
Hukum & Kriminal

Bos Kasus Investasi Bodong Ditetapkan Tersangka

Klaten,(klaten.sorot.co)--Direktur PT Krishna Alam Sejahtera, Alfarisi ditetapkan sebagai tersangka tunggal dalam kasus dugaan penipuan berkedok investasi bodong pada, Rabu (17/07/2019). Saat ini, polisi sudah menahan tersangka di Mapolres Klaten guna pemerikaaan lebih lanjut.

Kapolres Klaten, AKBP Aries Andhi mengatakan penetapan tersangka dilakukan berdasarkan hasil penyelidikan, termasuk pemerikaaan dari sejumlah saksi. Alfarisi diduga melakukan penipuan melalui bisnis berupa investasi menggunakan perusahaan PT Krishna Alam Sejahtera.

Dan terkait dengan penanganan kasus dugaan penipuan investasi ini sudah kita naikkan menjadi penyidikan. Dengan tersangka tunggal sementra saudara Alfarisi,” kata dia saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu siang.

Lebih lanjut disampaikan, Alfarisi yang merupakan direktur perusahaan yang bergerak di bidang obat herbal dan jamu itu diamankan oleh Satreskrim Polres Klaten pada, Selasa (16/07) malam di Bogor, Jawa Barat. Sebelumnya Alfarisi melarikan diri setelah diprotes oleh korbannya. 

Alfarisi diduga melakukan penipuan dengan cara investasi. Melalui bisnisnya itu, ia menawarkan sistem kemitraan. Ada tiga paket yang ditawarkan yakni paket Rp 8 juta, Rp 16 juta dan Rp 24 juta. Setiap paket, para korban dijanjikan mendapat keuntungan Rp 1-3 juta per minggu.

Dari hasil pendataan sementara, total jumlah korbannya sudah mencapai 1.800 orang dengan kerugiaan kisaran Rp 14 miliar. Selama ini, Alfarisi dikenal sebagai orang yang pandai berbicara. Hal itu dilakukan agar mudah mencari korban atau mitra untuk bergabung investasi.

Sebenarnya seminggu yang lalu pada saat kasus ini sudah mencuat kita langsung melakukan langkah- langkah penyelidikan. Kita amankan aset yang ada di perusahaan itu. Lalu kita lakukan pengejaran sejak hari Minggu kemarin,” jelasnya.

Polisi memastikan proses hukum kasus dugaan penipuaan itu terus berlanjut. Sehingga ia meminta kepada masyarakat terutama para korban agar menyerahkan sepenuhnya kepada polisi, dan yang teepenting adalah tidak berbuat anarkis lantaran terbawa emosi.

Kita dalami terus kasus ini. Masyarakat saya minta tetap tenang, singkatnya.