Puluhan SD Negeri Regrouping, Pendirian Sekolah Swasta Diperketat
Pendidikan

Puluhan SD Negeri Regrouping, Pendirian Sekolah Swasta Diperketat

Klaten,(klaten.sorot.co)--Dinas Pendidikan (Disdik) Klaten berencana melakukan regrouping terhadap 24 SD negeri pada tahun ajaran 2019-2020. Disisi lain, pemerintah meminta agar pendirian sekolah swasta harus perlu melewati beberapa tahap sesuai dengan kebutuhan di masing- masing wilayah.

Plt Kepala Disdik Klaten, Sri Nugroho mengatakan regrouping sekolah dilakukan lantaran minimnya jumlah murid disetiap sekolah. Dari 24 SD negeri yang akan diregrouping itu rata- rata hanya memiliki siswa kurang dari 80 orang. Padahal, lanjut Nugroho, setiap sekolah idealnya berjumlah kurang lebih 120 siswa.

Kalau yang ideal itu 1:20, artinya satu guru untuk 20 siswa. Atas pertimbangannya maka sekolah yang jumlah siswanya kurang dari 80 orang maka perlu diregrouping. Dan untuk tahun ini sudah mulai tahapannya,” kata dia, Kamis (25/07/2019).


Nantinya, nasib murid dan guru yang sekolahnya diregrouping akan dipindahkan ke sekolah lain terdekat. Sedangkan untuk aset sekolah yang lama bisa disimpan terlebih dahulu. Sesuai perencanaan, regrouping sudah dilakukan pada tahun ajaran baru ini. Agar para murid bisa segera menyesuaikan. 

Berdasarkan data yang diperoleh dari Disdik Klaten, 24 SD negeri yang akan diregrouping antara lain SDN 3 Socokangsi (46 murid), SDN 2 Bengkin (43 murid), SDN 2 Jurangjero (36 murid), SDN 1 Bawukan (34 murid), SDN 2 Jagalan (50 murid), SDN 2 Karangnongko (52 murid), SDN 2 Kanoman (30 murid), SDN 2 Kalitengah (55 murid).

Kemudian SDN 2 Pasung (47 murid), SDN 2 Kaligayam (64 murid), SDN 2 Karangpakal (40 murid), SDN 2 Mireng (42 murid), SDN 2 Jarum (73 murid), SDN 1 Drono (31 murid), SDN 1 Pugeran (39 murid), SDN 2 Ringinputih (51 murid), SDN 2 Karangdowo (26 murid), SDN 3 Demangan (30 murid), SDN 2 Mlese (41 murid).

Selanjutnya SD N 1 Nanggulan (41 murid), SD N 3 Tlingsing (48 murid), SD N 1 Tugu (34 murid), SD N 2 Burikan (31 murid), dan terakhir SD N 1 Kedungampel (40 murid). Sementara total SD negeri di Kabupaten Klaten saat ini mencapai 680 sekolah, sedangkan jumlah SD swasta kurang lebih 50 sekolah.

Menurut Nugroho, rata-rata sekolah yang diregrouping itu berada diwilayah perbatasan. Pihaknya tidak menutup kemungkinan bahwa minimnya minat murid untuk sekolah di SD negeri lantaran saat ini sudah banyak sekolah swasta bermunculan. Sebab, sekolah swasta biasanya lebih unggul dengan program ekstra kulikulernya.

Juga bisa dipengaruhi itu (banyak sekolah swasta yang mulai bermunculan). Sebetulnya sekolah negeri itu kwalitasnya baik, karena guru- gurunya linier dengan yang diajarkan. Namun jika dalam hal lain seperti ekstra kurikuler mungkin kalah dibanding sekolah swasta,” urai dia.

Guna menekan terjadinya regrouping sekolah negeri, pihaknya mengaku akan lebih memperketat pendirian sekolah swasta. Misalnya, untuk mendirikan sekolah baru nantinya harus ada persetujuan dari pihak-pihak terkait, seperti masyarakat setempat, pemerintah desa, komite sekolah, hingga pemerintah kecamatan.

Kira-kira diwilayah itu membutuhkan apa tidak adanya sekolah swasta baru. Harus ada persetujuan dari pihak terkait dulu, karena jika tidak seperti itu ya nanti akan banyak sekolah swasta bermunculan terus,” pungkasnya.