Relawan Klaten Pasang Banner Larang Buang Limbah Hewan Kurban di Sungai
Peristiwa

Relawan Klaten Pasang Banner Larang Buang Limbah Hewan Kurban di Sungai

Wedi,(klaten.sorot.co)--Sejumlah relawan peduli sungai di Kabupaten Klaten memiliki cara tersendiri dalam menjaga kelestarian lingkungan. Mereka beramai- ramai turun ke sungai untuk memasang banner larangan membuang limbah hewan kurban di aliran sungai pada saat Hari Raya Idul Adha.

Pemasangan banner diawali di beberapa desa yang dilalui sepanjang Sungai Ujung, Kecamatan Wedi pada, Rabu (07/08/2019). Ada puluhan banner yang dipasang oleh para relawan dengan tulisan 'Dilarang Membuang Sampah dan Mencuci Kotoran Hewan Kurban di Sungai'. 

Salah satu pegiat peduli sungai, Arif Fuad Hidayah mengatakan pemasangan banner sebagai bentuk kepedulian terhadap sungai. Disisi lain, hal itu juga tindak lanjut atas keperihatinan para pegiat sungai lantaran selama ini masih dijumpai warga yang mencuci jeroan hewan kurban di sungai.

Kita memasang banner dalam rangka mewujudkan kurban yang ramah lingkungan. Semua bergabung baik dari masyarakat maupun komunitas, ujarnya.

Tak hanya itu, Pemerintah Kabupaten Klaten juga telah mengeluarkan Surat Edaran No. 658.1/670/25 tanggal 24 Juli 2019 tentang Pengurangan Timbulan Sampah Plastik. Surat yang ditandatangani oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Klaten itu berisikan tiga himbauan kepada masyarakat. 

Pertama, panitia Idhul Adha diminta mengelola sampah dengan baik. Kedua, kotoran hewan tidak dibuang ke sungai dan sembarang tempat. Ketiga, pendistribusian daging kurban diminta tidak menggunakan kantong plastik, melainkan pembungkus yang ramah lingkungan.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Klaten, Srihadi mengatakan surat edaran tersebut ditujukan kepada seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD), camat, kepala sekolah, takmir masjid dan komunitas sungai. Tujuannya untuk mengubah kebiasaan yang tidak tepat.

Warga perlu memperbaiki tata cara penanganan daging kurban termasuk kotoran hewan secara benar. Kita menghimbau jangan lagi ada yang membuang kotorannya ke sungai, kebiasaan salah itu perlu dirubah,” pungkasnya.