Wacana Angkutan Khusus Pelajar Mulai Dikaji, Berikut Lokasinya
Peristiwa

Wacana Angkutan Khusus Pelajar Mulai Dikaji, Berikut Lokasinya

Kalikotes,(klaten.sorot.co)--Pengadaan angkutan pelajar di Kabupaten Klaten sampai saat ini masih dalam tahap kajian. Disisi lain, Dinas Perhubungan (Dishub) Klaten mengajukan sebanyak 15 unit armada khusus untuk mengangkut pelajar itu kepada pemerintah pusat.

Kepala Dishub Klaten, Slamet Widodo mengatakan kajian pengadaan angkutan itu merupakan tindak lanjut atas intruksi dari pemerintah pusat. Adapun kajiannya meliputi rute, tujuan, lokasi ambil dan penurunan penumpang, hingga penyebaran trayek angkutan.

Kemarin kita diminta untuk membuat proposal dan kajian. Itu sudah kita lakukan dan saat ini sedang diusulkan, terkait disetujui atau tidak itu nanti keputusan disana,” kata dia, Kamis (08/08/2019).

Lebih lanjut disampaikan, dalam kajian itu Pemerintah Kabupaten Klaten mengusulkan sebanyak 15 unit. Nantinya angkutan itu menjangkau sejumlah wilayah mulai dari perkotaan dan pinggiran seperti Kecamatan Wedi, Cawas, Bayat, Karanganom, hingga Jatinom. 

Dalam penerapannya, setiap kecamatan yang akan dilalui angkutan khusus pelajar itu  rencananya dilengkapi halte yang dekat dengan sekolahan. Sedangkan jadwal penjemputannya juga sudah ditentukan, sesuai dengan jam masuk dan pulang sekolah.

Nanti kita atur, ada jadwalnya. Jadi para pelajar bisa berangkat dan pulang tepat waktu. Sehingga akan banyak yang naik angkutan tersebut, imbuhnya.

Menurutnya, pengadaan angkutan khusus pelajar dianggap sangat penting. Sebab, selama ini masih banyak pelajar masih mengendarai sepeda motor, bahkan tak sedikit pula yang terlibat kecelakaan. Padahal, sesuai aturan mereka belum diperbolehkan.

Pertimbangan kami ya karena banyak yang nekat naik motor. Padahal umur mereka masih belum cukup. Tapi ya apa daya, mereka naik sepeda motor karena memang belum ada fasilitas angkutan. Maka ini kita berusaha upayakan, urai dia.

Pihaknya mengaku pengadaan angkutan khusus pekajar memang butuh subsidi dari pemerintah pusat, sebab apabila memaksimalkan pengusaha atau agen bus banyak yang tidak berkenan. Hal itu disebabkan lantaran secara perhitungan mereka akan rugi karena hanya khusus mengangkut pelajar.

Kita tunggu dulu, semoga bisa disetujui dan anak- anak labih tertib lagi. Ini demi kebaikan generasi kita yang lebih aman dalam bersekolah,” pungkasnya.