Cegah Penyakit Menular, Pemeriksaan Hewan Kurban Gunakan Dua Metode
Peristiwa

Cegah Penyakit Menular, Pemeriksaan Hewan Kurban Gunakan Dua Metode

Klaten,(klaten.sorot.co)--Pengawasan hewan kurban di sejumlah pasar semakin diperketat menjelang Hari Raya Idul Adha, Minggu (11/08) mendatang. Dua metode pemeriksaan hewan kurban telah digunakan untuk mencegah terjadinya virus zoonosis atau penyakit infeksi hewan.

Kasi Kesehatan Hewan DPKPP Klaten, Awik Purwanti mengatakan dua metode pemeriksaan itu meliputi antemortem dan postmortem. Secara rinci, antemortem adalah pencegahan adanya virus zoonosis pada hewan, sedangkan postmortem adalah pemeriksaan daging.

Yang bahaya itu adalah virus zoonosis, karena itu adalah penyakit inveksi hewan yang terindikasi bisa menular kepada manusia. Nah metode itu yang kini sedang kita lakukan,” ujarnya, Kamis (08/08/2019).

Sementara untuk postmortem, lanjut Awik, adalah pemeriksaan yang menyasar pada daging hewan kurban. Sasarannya adalah untuk mencegah terjadinya penyakit cacing hati. Hal itu juga tergolong bahaya karena bisa berkembang biak apabila dikonsumsi masyarakat. 

Yang kedua adalah cacing hati. Itu baru bisa diketahui kalau sudah disembelih, nah cara antisipasinya adalah membuang hati yang terkena cacing. Jangan dikonsumsi meski sudah direbus, karena spora-nya tetap bisa berkembang, imbuh dia.

Dalam pemeriksaan yang dilakukan di pasar hewan, Kamis (08/08/2019), petugas tidak menemukan adanya hewan kurban berupa sapi dan kambing yang terjangkit penyakit. Kendati demikian apabila hal itu ditemukan, pihaknya akan meminta agar hewan berpenyakit itu tidak dijual.

Dirinya mengaku mencari hewan kurban bukanlah perkara yang sepele, lantaran banyak hal yang perlu diperhatikan. Antara lain yang perlu diperhatikan adalah kondisi kesehatan dan fisik hewan kurban secara keseluruhan, mulai dari tidak cacat dan tidak terkena virus.

Selain kondisi fisik dan kesehatan, hal lain yang perlu diperhatikan adalah umur hewan kurban yang sudah layak disembelih, yaitu lebih dari satu tahun. Salah satu ciri hewan kurban yang memiliki umur cukup adalah bentuk fisiknya sudah dewasa dan giginya tanggal atau powel.

Untuk fisik harus sempurna, misal kambing dan sapi tidak dalam kondisi buta dan pincang. Ini memamg sulit, tapi masyarakat perlu memperhatikannya. Maka kita terus memantau agar setidaknya bisa membantu masyarakat, pungkasnya.