Polisi Sebut Perselingkuhan Berujung Teror Bermula dari Reuni
Hukum & Kriminal

Polisi Sebut Perselingkuhan Berujung Teror Bermula dari Reuni

Klaten,(klaten.sorot.co)--Kasus pelemparan petasan berisi paku di rumah, Sigit Puwanto warga Dukuh Turen, Desa Ngemplak, Kecamatan Kalikotes menjadi keprihatinan tersendiri. Disisi lain, polisi menyebut kasus itu bermula dari sakit hati yang dialami pelaku lantaran merasa ditipu oleh wanita selingkuhannya.

Kasatreskrim Polres Klaten, AKP Dicky Hermansyah memastikan aksi yang dilakukan BM (41), pelaku teror pelemparan petasan itu bukan berkaitan tindak pidana terorisme. Melainkan kesal karena wanita selingkuhannya yang tak lain adalah istri Sigit, yakni Rubiyem memilih mempertahankan rumah tangganya.

Jadi bukan teroris, ini adalah masalah internal. Karena kami tidak menemukan buku- buku atau materi yang berkaitan dengan terorisme,” kata Dicky dalam konferensi pers di Mapolres Klaten, Kamis (08/08/2019) sore.

Dikatakan lebih jauh, BM dan Rubiyem diduga adalah pasangan selingkuh. Keduanya bertemu dalam acara reuni sekolah setelah Hari Raya Idul Firti lalu. Informasi yang diperoleh, BM awalnya berdomisili di Jakarta bersama istri dan dua anaknya. Kemudian BM diminta oleh Rubiyem agar bisa kembali ke Klaten. 

Entah apa yang ada didalam benak BM, akhirnya ia memutuskan untuk meninggalkan keluarganya di Jakarta dan pulang ke rumah uang tuanya di Desa Gumulan, Kecamatan Klaten Tengah demi menuruti permintaan Rubiyem. Namun apa daya, setelah tiba di Klaten tiba-tiba Rubiyem justru berubah fikiran.

Rubiyem memilih untuk mempertahan rumah tangganya lantaran juga sudah memiliki dua anak. Merasa tak terima dengan perlakukan Rubiyem, ditambah lagi BM sudah tidak bisa kembali ke keluarganya yang ada di Jakarata, akhirnya muncul niat untuk meneror rumah Sigit dan Rubiyem agar tidak tenang.

Jadi aksi itu hanya sepontanitas saja. Ia (BM) hanya ingin meneror rumah korban agar tidak tenang, jadi modusnya petasan dipasangi paku. Tujuannya jika meledak agar pakunya mengenai kaca rumah dan pecah lalu yang ada didalam rumah pada keluar,” jelasnya.

Dalam melancarkan aksinya, lanjut Dicky, tersangka mengajak seorang rekannya. Hanya saja BM saat itu tidak memberitahu kepada rekannya bahwa akan melancarkan aksi teror tersebut. Sehingga, atas kejadian ini polisi hanya menetapkan seorang tersangka yakni BM. Saat ini polisi masih mendalami lebih lanjut kasus tersebut.

Ini kita dalami lebih lanjut. Karena kita ingin tahu dari mana dia (BM) bisa merakit petasan seperti itu hingga menimbulkan suara ledakan,” pungkasnya.